Miris, Keluarkan Hasil Hutan Warga Rimba Harus Berjalan Lima Jam

Utama

IMG_1506

SAROLANGUN-Miris sekali melihat kondisi warga Suku Anak Dalam (SAD) atau yang disebut warga rimba yang tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi harus berjalan lima jam untuk menjual hasil hutannya.

Berbagai hasil hutan yang dikeluarkan warga rimba ini seperti karet, rotan, damar dan lain-lain. Mirisnya lagi, hasil hutan ini dibawa dengan digendong.

Kondisi jalan setapak dan susah ditempuh membuat penderitaan warga rimba semakin memprihatinkan. Seperti dikatakan Temenggung Grip yang merupakan ketua kelompok warga rimba yang masih tinggal di kawasan TNBD.

“Ya, kami sangat kesulitan untuk mengeluarkan hasil hutan. Jaraknya memang tidak jauh hanya sekitar 5 KM, namun karena jalannya jelek sehingga jarak tempuh bisa mencapai 5 jam,” jelas Temenggung Grip. Dia juga berharap Pemerintah bisa membangunkan jalan setapak hingga kepemukimannya.

Hal senada juga diungkapkan Babinsa Desa Bukit Suban Kopka Husni Thamrin, dia mengatakan jika jalan setapak menuju Kawasan TNBD. “memang kondisinya rusak parah, sehingga sangat kasihan jika warga rimba ini saat mengeluarkan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” pungkas Thamrin yang juga sebagai pendamping warga rimba ini.

 

Nanang

Author

Related Articles

Back to Top