Waduh…Karet Angker Tiang Penyangga Jembatan Syamsudi Uban Tak di-Pasang

Utama

syamsudin uban

MERANGIN – Satu persatu dugaan pelangaran dalam pembangunan Jembatan Syamsudin Uban mulai terkuak. Mulai dari instalasi lampu bermasalah, juga pembangunan aspalnya pada sudah bolong, serta landasan pacu pun sudah miring.

 

Kali ini, yang lebih sadisnya, empat karet angker untuk pertahanan tiang penyangga yang seharusnya dilengketkan ke-Abudmen juga tidak dipasang, sehingga membuat kekuatan jembatan diragukan.

 

Tidak terpasangnya, karet anggker tersebut, dikatakan ketua LSM Papihas Merangin, Masduki ketika dibincangi sejumlah awak media Selasa (29/3).

 

“Sejak awal dibangunnya Jembatan Syamsudin Uban sudah bermasalah. Makanya finishingnya juga bermasalah,” ungkap Masduki.

 

Dikatakannya, selain fasilitas diatas jembatan yang tak beres karet angker untuk daya tahan jembatan yang seharusnya lengket di Abudmen, juga tidak dipasang oleh rekanan yakni PT.  RAL.

 

“Pokoknya dari awal pembangunan jembatan sudah tak beres. Coba kamu cek karet angker untuk pondasi tiang yang lengket di-Abudmen itu. Sampai kini dak dipasang. Uber Masduki.

 

Selain itu, ujar Masduki pinisingnya juga terkesan dipaksakan. Sebab, kontrak pekerjaan sudah habis sementara pekerjaan belum rampung. Makanya pekerjaannya terkesan asal-asalan.

 

“Makanya kerjanya asal-asalan, disebabkan pekerjaan belum selesai, sementara kontrak sudah habis. Makonyo hasilnya lampu diatas jembatan tak hidup, aspal pada bocor, dan karet angker dak dipasang,” tambah Masduki.

 

Sementara Pengawas Tehknik PT. Ral Zamri dikomfirmasi media ini, terkesan mengelak dengan jawaban karena masih ada masa pemiliharaan. Sementara jembatan tersebut belum diserah terima ke Pemerintah Daerah (Pemda).

 

“Pokoknya kami bertanggung jawab, kan ada pemeliharaaan,” singkatnya.

 

Kabid Mina Marga PU Provinsi H. Irfan sebagai menanggung jawab mengelak untuk dikomfirmasi. Setiap dihubungi via Hpnya bernada aktif, namun, tak mau angkat. Di Sms juga tak dibalas.

 

Untuk diketahui terjadinya masa peliharaan setelah pembangunan benar-benar sudah selesai. Dan diserah terima ke Pemda. Tidak seperti pembuatan Jembatan Syamsudin Uban, jangankan pemeliharaan serah terima belum dilakukan.

 

Seputarmerangin : YON

Author

Related Articles

Back to Top