Warga Ancam Akan Bertindak Sendiri Jika tak Ada Tindakan Dari Pemerintah Terkait PETI

SAROLANGUN-Kegeraman warga kecamatan Limun dan Batang asai dengan masih banyaknya alat berat,yang di sewa untuk PETI ternyata bukan isapan jempol semata.

Sebab dari 11 unit alat berat jenis eksavator merk hitachi,ternyata ada yang mengkordinir sehingga peruskan lingkungan masih aman.

Dan dua nama tersebut adalah HRJ yang bertugas mengkordinir wilayah batang asai,sementaran EMN bertugas mengkordinir wilayah kecamatan Limun.

Dari 11 unit alber tersebut di sewa dari muara bungo,yang pemiliknya pengusaha keturunan cina berinisial ATK.

“setau saya ada 11 alat berat di dua kecamatan yang di gunakan untuk Peti,dan itu di sewa milik orang bungo keturunan Cina inisialnya ATK,dan ada dua orang yang kordinir di sini”ungkap Ri.

Modus yang di gunakan penyewa,selalu mempekerjakan warga desa untuk ikut bekerja,dengan sistyem persentase dari pendapatan.

” modusnya warga ikut di pekerjakan untuk ngebox,dan di gaji 10 persen dari pendapatan,dan ini sudah berlangsung lama”ujarnya lagi.

Bahkan warga pernah mengusir kendaraan ,yang membawa alat berat saat melintas di kecamatan cermin nan gedang,namun anehnya beberapa hari kemudian alat kembali masuk dengan di kawal oknum aparat keamanan.

“Warga pernah menghadang dan mengusir mobil yang bawa alat berat,tapi anehnya beberapa hari kemudian masuk lagi bahkan di kawal oknum aparat,tentu saja kami tidak bisa berkutik,”keluhnya.

 

Warga juga mengancam akan melakukan tindakan sendiri,sebab tidak pernah ada solusi dari aparat dan pemerintah sarolangun.

 

“Jangan salahkan warga jika bertindak  sendiri,sebab warga juga sudah tau lokasi dimana alat berat beroperasi merusak lingkungan, kami sudah bosan tidak ada tanggapan dari aparat terkait”tandasnya.

 

Laporan                : Abitiyas

Editor                    : AGH

Updated: 2 Juni 2017 — 10:57
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: