Terdakwa Calo Honorer Sebut Mantan Sekertaris BKP2D Febriyati  Terima Rp 15 Juta


Sarolangun-Bergulirnya kasus penipuan tenaga kontrak atau yang sering disebut honorer,di pengadilan negeri sarolangun makin seru.

Pasalnya Lina Puspaningrat yang menjadi terdakwa,bersama dengan dua orang saksinya Didik dan Ery Juliansyah,mendengarkan pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum kajari sarolangun.

Dari dakwaan yang dibacakan JPU menyebutkan  nama mantan sekertaris BKP2D Febriyati ,dengan alur kronologis kejadian sekitar juni 2016 lalu,saksi Didik mendatangi terdakwa yang juga staf BKP2D sarolangun,dan menanyakan ada tidaknya lowongan untuk pegawai honor.

Dan dikatakan oleh terdakwa ada lowongan honorer dengan sistem sisipan,dan dua orang saksi kemudian dibawa  korban Alhidayad menghadap terdakwa.

Terdakwa kemudian menerangkan jika menjadi tenaga honor dikenakan uang sebesar Rp 35 juta,dengan rincian Rp 25 juta dibayarkan hingga penerbitan SK,dan Rp 10 juta dibayarkan pada saat mulai masuk kerja.

Korban yang terbujuk kemudian menyerahkan uang kepada terdakwa,dan oleh terdakwa kemudian uang sebesar Rp 15 juta diserahkan kepada sekertaris BKP2D Pebriyati pada saat itu.

Namun hingga terbitnya SK kaban BKP2D no 45  tanggal 15 januari tahun 2016,dan korban sudah melunasi sisa dari nilai Rp 35 namun korban tidak juga bekerja sebagai honorer hingga kasusnya naik kemeja hukum.

Sementara sidang ditunda untuk kembali melanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi,dalam pembacaan dakwaan kemrin dibacakan oleh JPU Ardi,sementara pimpinan sidang majelis hakim dipimpin oleh ketua PN sarolangun dengan dua orang hakim dan satu panitera.

Laporan : Dar
Editor : YD

Updated: 20 Juni 2017 — 11:34
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: