Peti Menggunakan Alat Berat Marak Disarolangun,Warga Tuding Aparat Tutup Mata

SAROLANGUN-Aktifitas perusakan lingkungan yang menggunakan alat berat,untuk aktifitas penambang emas tanpa ijin (Peti) makin marak di kecamatan Limun dan Batang asai,namun aktifitas tersebut tak pernah tersentuh hukum,sehingga puluhan alat berat dengan bebas merusak sawah,dan hutan lindung masih terus terjadi.

Bahkan satu orang pemilik alat berat,yang berasal dari kota muara bungo  di duga   masih keturunan cina,memiliki 11 alat berat yang di sewakan di dua kecamatan di sarolangun.

Seperti yang di ungkapkan oleh Ky,salah satu warga lubuk resam kepada sejumlah wartawan,dirinya mengaku melihat langsung 11 alat berat yang di gunakan untuk Peti,dan hingga hari ini masih terus berlangsung.

“Ada 11 alat berat milik AK,warga keturunan cina dari muara bungo ,dan sudah satu tahun lebih di gunakan untuk PETI,dan tidak pernah tersentuh aparat”jelas Ky.

Bahkan aktifitas perusakan lingkungan terus berjalan,sementara warga harus menerima dampak kerusakan lingkungan,seperti sering kebanjiran dan air sungai keruh dan sulit untuk di gunakan warga.

“Kami yang meraskaan dampaknya langsung,sebab sebelum ada peti menggunakan alat berat,sungai tidak pernah meluap saat hujan,dan airnya juga bisa di gunakan oleh masyarakat” bebernya lagi.

Ky juga menuding ada aparat yang main mata dengan pemain Peti,sebab hingga saat ini masih aman dan tak pernah tersentuh hukum.

“Kami menduga ada oknum aparat keamanan,yang bermain dalam aktifitas Peti di Limun,dan kecamatan Batang asai,seban sampai saat ini masih aman,tapi kami tidak akan tinggal diam dan kami siap laporkan ke sekertariat negara,apa yang terjadi di desa kami”tegasnya.

 

Laporan                : Abitiyas

Editor                    : AGH

Updated: 2 Juni 2017 — 10:50
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: