Penadah Emas Hasil PETI Dibekuk Polisi

Sarolangun – Satuan Reserse Kriminal dan Intelkam Polres Sarolangun Provinsi Jambi pada Sabtu (2/12/2017) sekira pukul 02.30wib dini hari berhasil menangkap pelaku penadah Emas hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

“Ya, pelaku yang ditangkap adalah seorang pria inisial RK (43 Th) yang merupakan warga Kota Bengkulu Prov. Bengkulu, Ditangkap dijalan Lintas Sumatera KM.09 tepatnya didepan Rumah Sakit Umum Sarolangun,” kata Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Agus Saleh di Sarolangun, Minggu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan saat terjadi penangkapan didepan Rumah Sakit Umum Daerah Sarolangun adalah. 1 (Satu ) Buah tas ransel warna abu-abu, 1( Satu) Buah tas Kecil warna hitan Merk Eiger, 23 ( dua Puluh tiga) Lempengen /Butiran berwarna Kuning yang di duga emas dengan Berat sekira 947 Gram ( 0,947 kg).

“Dan Uang sejumlah Rp. 175.000, 3 buah Handphone merk nokia, 1 buah handphone merk samsung dan Dua buah Dompet,” katanya.

Ia mengatakan, adapun kronologis penangkapan yaitu Pada hari Jum’at tanggal 01 Desember 2017, pers Sat Intelkam mendapat informasi dari masyarakat bahwa dicurigai seseorang yang membawa emas dari hasil PETI di wilayah desa rantau gedang kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun yang menuju Bengkulu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut pers sat intelkam langsung berkoordinasi dengan pers Tipidter sat Reskrim untuk melaksanakan lidik, dan benar adanya informasi tersebut bahwa ada seseorang yang dicurigai membawa emas dari hasil PETI menggunakan travel yang menuju ke Bengkulu.

Selanjutnya pers sat Intelkam dan sat reskrim melakukan penyetopan terhadap mobil yang ditumpangi diduga pelaku sampai Di depan RSUD Sarolangun, Tim menghentikan 1(Satu) unit mobil DAIHATSU LUXIO warna abu-abu metalik BD XXXX AX dan kemudian melakukan penggeledahan terhadap RK.

Dalam penggeledahan tersebut didapat kepingan/lempengan barang berwarna kuning yang diduga emas dari hasil PETI yang dibungkus didalam sebuah plastik bening, selanjutnya diduga pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Sarolangun guna penyidikan lebih lanjut dan kemudian dilanjutkan giat penggeledahan di Desa Rantau Gedang Kecamatan Bathin VIII di dapatkan kembali barang-barang.

Yaitu 1( satu ) set alat pembakar, 1( satu ) buah kayu alas pembakar, 1 ( satu ) buah timbangan Digital, 2 ( dua ) buah mancis atau korek api, 1 ( satu ) buah Kalkulator, 1 ( satu ) buah kuas warna merah, 2 ( dua ) kantong cup plastik, 1 ( satu ) buah toples Plastik warna hijau berisi pijar, 2 ( dua ) buah penjepit, 1 ( Satu ) buah kardus yang berisi mangkok terbuat dari tanah, 1 ( satu ) set cerobong pembakaran, 1 ( satu ) botol aqua yang berisi Bahan Bakar Minyak jenis bensin, 1 ( satu ) corong warna merah, Uang sebesar Rp.2.224.000 ( dua juta dua ratus dua puluh empat ribu rupiah).

“Adapun Ancaman hukuman

10 tahun penjara dan denda 10 Milyar, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 161 UU RI No. 04 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara atau 480 ayat (1) ke 1 KUHP,” kata Kompol Agus Saleh.

Yang berbunyi Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP,IUPK atau karena sekongkol barang siapa yang membeli, menyewa, menerima tukar, menerima gadai, sebagian hadiah, atau karena hendak mendapatkan keuntungan menjual, membawa, menyimpan, atau sesuatu barang yang diketahuinya atau patut disangkanya diperoleh dari kejahatan.

Laporan : Dar
Editor : Yadi

Updated: 3 Desember 2017 — 18:12
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: