Jenazah Korban Peluru Nyasar Saat Aksi 22 Mei Disambut Isak Tangis Keluarga

Merangin-Menjelang pukul 11.00 WIB jenazah Sandro (32) warga Pasar Pamenang kabupaten Merangin, Jambi yang menjadi korban peluru nyasar saat Aksi 22 Mei sampai dirumah duka dan disambut isak tangis keluarga korban.
Pantauan dirumah korban, ratusan warga menunggu dari pagi menjelang jenazah korban datang. Menjelang pukul 11.00 WIB ambulance dan iring-iringan pun datang, dan isak tangis keluarga pun pecah saat jenazah korban diturunkan dari mobil ambulance untuk dimandikan.
Tak lama kemudian seorang ibu beserta dua orang anaknya sambil menangis terisak-isak masuk ke rumah bahkan pingsan saat melihat jasad suaminya yang telah terbungkus kain kafan. Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah pun disembahyangkan di masjid raya Pamenang usai sholat jumat, kemudian dikebumikan dipemakaman umum kelurahan Pamenang.
Izhar Majid keluarga korban mengatakan sangat terpukul melihat kejadian ini, dirinya berharap pemerintah bisa mengungkap fakta dibalik peluru nyasar yang menewaskan keluarganya.
“Saya tadi ikut memandikan, korban tertemnak dibagian perut sebelah kanan. Korban ini sudah enam tahun merantau di Jakarta dan berdagang pakaian di Tanah Abang, saat itu dia hanya ingin menutup tokonya, namun nahas terkena peluru nyasar dan tewas”jelas Izhar.
Ditambahkannya bila pihak keluarga sudah mengiklaskan kepergian korban, namun pihak keluarga berharap pemerintah juga ikut bertanggung jawab mengungkap fakta kejadian ini.
“Kami berharap ada penjelasan, yang jelas korban ini hanya pedagang dan pengunjuk rasa. Sangat kasihan, korban meninggalkan istri dan dua anak yang masih kecil-kecil”pungkasnya.

Laporan (HEN)

Updated: 24 Mei 2019 — 21:18