Jalan Batang Asai Diblokir warga Lubuk Resam


Sarolangun-Buntut belum selesainya kasus kematian Solahudin,warga Desa lubuk resam yang di temukan tewas  di sungai batang asai dan diduga tertembak saat melarikan diri,makin meruncing.

Apalagi sampai hari ini polres sarolangun,belum juga ada tindakan terhadap anggota polsek batang asai ,yang di duga menembak korban,serta denda adat yang di minta warga belum dibayar membuat warga lubuk resam kecamatan Cermin Nan Gedang,memblokir jalan menuju batang asai.


Menurut salah satu warga Batang Asai,Sup (27) mengatakan bahwa pemblokiran  jalan,sudah semenjak pukul 10.00 WIB,hingga usai jumat masih berlangsung.

“Saya saja saat melintas di minta menunjukan KTP,apalagi hampir semua pemudanya turun ke jalan,jadi takut lewatnya”jelas Sup.

Menurutnya pemblokiran jalan,membuat warga yang akan mudik ke batang asai was was,jika terjadi bentrokan.

“Tinggal dua hari lagi lebaran,ini malah jalanya di blokir warga jadi takut lewat,mestinya pemerintah tanggap jangan dibiarkan saja,dan aparat keamanan harusnya bisa ambil sikap,jika ada oknum anggota polsek yang terlibat tindak,jangan masyarakat lain yang jadi korban”katanya lagi.

Terpisah kapolres sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana,saat di jumpai di polsek limun,menegaskan bahwa pemblokiran jalan sudah bisa dIurai,dan tokoh adat kabupaten,dan para tokoh masyarakay desa lubuk resam masih rapat mencari solusi.

“Sudah tidak ada pemblokiran,dan tokoh adat,tokoh masyarakat sudah turun,mudah mudahan cepat selesai masalahnya”jelas Kapolres.

Sementara hasil rapat tomas,todat dan toda kecamatan cermin Nan Gedang,dan kecamatan Batang Asai,yang juga dihadiri lembaga adat kabupaten,sudah sepakat idul fitri ke dua akan rapat untuk menentukan keputusan.

“Kita tinggal menunggu hari senin depan,keputusan dari kecamatan batang Asai,dan saya harap masyarakat bisa menahan diri”tegas kapolres.

Bahkan terkait dengan dugaan anggota polsek yang terlibat penembakan,Tim Paminal Polda jambi sudah turun ke tempat kejadian perkara.

“Tim paminal polda sudah turun ke TKP,dan memeriksa saksi saksi dan jika memang ada anggota yang salah,tentu akan ditindak tegas”tandasnya.

Seperti diketahui bahwa warga lubuk resam,meminta warga batang asai untuk bertangung jawab ,terkait tewasnya Solahudin,dan minta membangun adat,dengan satu ekor kerbau,beras seratus,kelapa seratus,serta selemak semanis,dan uang denda Rp 300 juta.

Laporan : Abityas
Editor : YD

Updated: 23 Juni 2017 — 21:30
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: