Ini Penjelasan Polres Merangin Terkait Dua Desa Yang Nyaris Bentrok di Merangin

Merangin– Dua desa di Kecamatan Renah Pembarap yang dikabarkan bentrok, Minggu (4/6) sore, disebut Polres Merangin bahwa bentrokan itu  hanya isu, sebab dua desa ini hingga saat ini kondusif dan tidak terjadi gejolak seperti yang diberitakan beberapa warga sebelumnya.
Dari data yang diperoleh di Kepolisian kejadian tersebut hanya kesalahpahaman yang berawal dari salah seorang warga Simpang Parit melintas di Jembatan Ketapong Desa Muara Panco Timur.
Waktu itu Ia melihat ada beberapa orang pemuda yang sedang merokok di jembatan, lalu korban menegur agar tidak merokok ditempat umum karena masih suasana bulan puasa.
Namun teguran tersebut kiranya membuat para pemuda yang ditegur tersebut tersinggung dan mendatangi korban lalu melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap korban.
Polsek Sungai Manau yang mendapat informasi dari kepala desa kemudian mendatangi TKP dan mengecek kondisi korban yang mengalami luka ringan bengkak dibagian kening korban..
Kapolsek Sungai Manau Iptu Nursan Subagyo kemudian langsung memanggil kedua kepala desa dan tua tengganai desa Simpang Parit dan Desa Muaro Panco ke Polsek Sungai Manau dan juga dihadiri langsung Wakapolres Merangin, Kompol Ricky Hadianto.
Dihadapan warga Waka Polres Merangin Kompol Ricky Hadianto menegaskan agar kedua belah pihak saling menahan diri.

“Perkara ini akan dilakukan penyelidikan oleh polisi dan dimohon kepada kedua kepala desa dan tua tengganai memberitahukan kepada warganya untuk jangan ada yang melakukan tindakan balasan atau pun tindakan yang meyalahi aturan yang berlaku,” kata Wakapolres kepada warga.
Sementara itu, Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro saat dikonfirmasi membantah keras adanya bentrok desa diwilayah hukumnya.

“Tidak ada bentrok, cuma memang ada pengeroyokan dan masalahnya sudah diselesaikan oleh pihak polsek” terang Aman.

 

 

Updated: 5 Juni 2017 — 12:05
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: