Usaha Kecil dan Mikro Dipaksa Mandiri

Ekonomi & Bisnis
ukm-130926b

Ilustrasi

MERANGIN – Ditengah sulitnya perekonomian, ternyata, usaha kecil dan mikro dipaksa untuk mandiri.

Mirisnya, Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Merangin, Sardaini menyebutkan, anggaran pembinaan dan bantuan modal pun tidak tersedia.

“Jangankan bantuan modal, anggaran pembinaan saja tidak ada. Kami hanya melakukan pengawasan saja. Ya sesekali pendataan,” ujarnya.

Kata Sardaini, bantuan modal untuk usaha kecil dan mikro dari pemerintah hanya berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen per tahun.

“Bantuan itu tersedia dibeberapa bank dan tanpa agunan. Maksimal pinjaman sekitar Rp 25 juta. Syaratnya, minimal usaha yang dijalankan sudah berlangsung selama 2 tahun,” sebut Sardaini.

“Kalau dulu, bantuan modal dari pemerintah itu sifatnya tidak perlu dikembalikan. Kalau sekarang, wajib dikembalikan tetapi dengan bunga yang sangat ringan. Lebih dari itu, tidak ada lagi bantuan lain dari pemerintah,” pungkasnya.

Seputarmerangin: Zakhrowi

Author

Related Articles

Back to Top