Turnamen KTI Bedeng Rejo Dibuk

Olahraga
images(8)

Ilustrasi

Bangko-Bupati Merangin H Al Haris melalui Sekda Merangin H Sibawaihi kemarin (20/3) membuka turnamen bola kaki, hari ulang tahun Karang Taruna Indonesia (KTI) Bukit Tilar Desa Bedeng Rejo Kecamatan Bangko Barat.

Turnamen yang diikuti puluhan kesebelasan dari berbagai penjuru Kabupaten Merangin itu, digelar di Lapangan Persatuan Sepakbola Trubus Desa Bedeng Rejo. ‘’Seluruh hadiah turnamen ini, bupati donaturnya,’’ ujar Sekda.

Bupati lanjut Sekda, yang sangat mencintai olahraga bola bangga dengan para pemuda Desa Bedeng Rejo yang telah menggelar turnamen tersebut. Melalui turnamen tersebut, prestasi sepakbola Merangin dapat terus ditingkatkan.

Namun lanjut Sekda yang terpenting dengan berolahraga, para pemuda Merangin akan terhindar dari pengaruh Narkoba. ‘’Bupati kita itu mantan pemain bola, jadi tidak heran kalau perhatiannya terhadap bola begitu besar,’’ terang Sekda.

Lebih lanjut dikatakan Sekda, sepakbola merupakan olahraga yang dari dahulu menjadi idola. Diharapkan Sekda, semua kontingen yang bertanding harus menjaga sportivitas yang tinggi dalam bertanding.

Jangan sampai terjadi keribuatan dalam bertanding, jika ada perselisihan yang terjadi cepat diselesaikan sehingga tidak menjadi besar. ‘’Kita ini semua saudara dan setiap hari bertemu, jangan ada nian terjadi pertengkaran,’’ harap Sekda.

Pada pertandingan perdana kemarin (20/3) turun main Kesebelasan SMA Negeri 10 Merangin melawan Persegap. Di menit-menit pertama kedua kesebelasan langsung menunjukan kebolehan masing-masing dalam membobol gawang lawan.

Memasuki menit ke 20, kedua kesebelasan terus melakukan permainan-permainan imbang, sehingga kedudukan masih 0-0. Namun memasuki menit ke 25, Kesebelasan SMA Negeri 10 mulai menunjukan pola permainan yang beda.

Berkat pola permainan  yang beda itu, penyerang SMA Negeri 10 Merangin Ijal Abdi berhasil membobol gawang Kesebelasan Persegap sehingga skor menjadi 1-0. Pemain nomor punggung 06 itu memang dari awal menjadi idola penonton.

Skor 1-0 untuk SMA Negeri 10 terus bertahan sampai wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya babak pertama. Sekda yang menyaksikan pertandingan tersebut sampai tuntas, merasa puas dengan pola permainan yang ditunjukan.

(teguh/humas)

Author

Related Articles

Back to Top