Tiga Pelaku Peti Di amankan Sat Reskrim Polres Merangin

Utama

IMG-20160617-WA0006

BANGKO– Aksi Penambangan Emas ilega yang semakin marak di Kabupaten Merangin,membuat aparat kepolisian terus berkerja keras untuk menertipkan para pelaku penambang emas.Kali ini Aparat Kepolisian Polres Merangin Mengamankan tiga Pelaku Pekerja Peti yang tengah melakukan penambangan di Desa lantak Seribu,Kecamatan Renah pamenang,Juma’at(16/6).

Penangkapan ketiga Pekerja tambang emas ilegal atau yang sering di sebut (PETI) ini berawal dari laporan masyarakat jika maraknya aktifitas penambangan emas ilegal di Desa lantak Seribu,Kecamatan Renah pamenang.

Tak menunggu lama,aparat Kepolisian langsung mendatangi lokasi tambang, dan saat di lokasi, Aparat Kepolisian menukan bekas – bekas galian tambang yang sudah di tinggal pemiliknya, tak hanya menemukan bekas lokasi tambang, polisi juga menemukan Satu lokasi tambang yang masih di kerjakan oleh pemiliknya.

Dan di lokasi tambang yang masih aktif, Polisi Berhasil Mengamankan Tiga Pekerja tambang beserta barang bukti alat untuk penambangan emas ilegal, Usai di amankan Ketiga Pekerja tambang tersbeut langsung di bawa Ke Polres Merangin guna di Mintai Keterangan lebih lanjut.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Melalui Paur Humas IPDA Edih Membenarkan jika Sat Reskrim Polres Merangin Mengamankan Tiga Pelaku PETI di Desa Lantak Seribu.

“ya tadi siang ada tiga pelaku PETI kita amankan, ketiganya bernama Legiman (52), Margono(40), Ronal Ginting (19) Warga Desa lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, dalam penangkapan anggota kita juga mengamankan dua karpet berisi pasir yang mengandung serbuk emas, satu buah dulang dan satu ember hitam berisi air raksa,” ungkap IPDA Edih, Juma`at (16/6).

Edih juga mengatakan, ketiga pelaku hanya pekerja, dan untuk pemilik lokasi tambang masih dalam penyelidikan dan belum di ketahui.

“untuk pemilik kita belum mengetahuinya, sebab para pekerjanya masih kita lakukan pemeriksaan dan jika sudah kita ketahui, maka pemiliknya akan segera kita tangkap,” tutur IPDA Edih.

Akibat Perbuatanya, ketiga pelaku terancam dengan Undang – undang Minerba nomor 04 tahun 2009 Pasal 158 dengan ancaman penjara selama 10 tahun Penjara.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top