Terkait PKL Liar, Pol-PP Mandul

Utama

Surat Masayarakat yang di ACC Bupati dan Sekda di Tujukan ke Kasat Merangin, agar membngkar bangunan di liar di kawasan DMJ

MERANGIN – Nampaknya petugas Penegak Perda Kabupaten Merangin, yakni, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), dinilai tidak hanya mandul dalam melaksanakan tugasnya. Namun, juga pengecut dalam bertindak melaksanakan perannya untuk menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) liar.

Contohnya, saja 4 unit PKL liar yang berada di samping Rumah Sakit Daerah (RSD), Klonel Abundjani Bangko, sampai saat ini bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan belum dieksekusi, padahal bangunan lainnya sudah masuk bangunan yang ditertibkan.

Mirisnya lagi, penertiban tersebut sudah diintruksikan dan di SK Bupati Merangin, Al-Haris, dan Sekda Sibawaihi pun sudah memberi perintah agar bangunan yang sudah merusak pemandangan kota itu di tertibkan. Tetapi anehnya, Satpol-PP tidak bertindak dan terkesan cuek.

” Ya, aneh Pol-PP ini, Bupati sudah menurun mandat ke pada Sekda, Sekdapun, juga sudah memerintahkan ke Kasat Pol-PP agar PKL liar disamping RSD Klonel Abundjani ditertibkan, tapi sampai saat ini tidak ada tindakan,” ungkap Mulyono warga setempat.

Jika dalam waktu tidak lama ini, belum ada juga niat Satpol-PP untuk membongkar bangunan liar tersebut, pihaknya akan melaporkan tidak bagusnya kinerja Pol-PP ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara(PTUN), supaya tubuh penegak perda tersebut dibubarkan, lantaran tidak bisa bekerja.

Sementara Kasat Pol-PP Kabupaten Merangin, Alamsyah di konfirmasi, terkait tidak diindahkan intruksi Bupati dan Sekda dalam penertiban PKL di samping RSD Klonel Abnundjani  berkilah belum ada perintah langsung dari pimpinannya.

“Benar itu ada permintaan dari warga, dan kita sudah menaikkan nota dinas ke pak bupati melalui sekda, sebagai dasar bagi kita untuk bertindak, namun sampai hari ini nota dinas itu belum turun ke kita,” ujar Alamsyah.

“Mungkin ada pihak tertentu yang membekingi, dan sengaja memperlambat turunnya nota dinas itu, sehingga kita tidak bisa bertindak,” tambahnya.

Namun anehnya, Sekda Merangin, Sibawaihi dikonfirmasi terkait hal itu, justru mengatakan bahwa pihaknya belum menerima adanya nota dinas terkait hal itu. “Memang benar kita sudah terima pengaduan dari masyarakat, namun kalau nota dinas dari Satpol PP, sampai saat ini kita belum ada menerimanya,” pungkasnya.

(Nanang).

Author

Related Articles

Back to Top