Temui Kemenpora, Haris Minta Gedung Sport Center

Pemerintahan
 02 Bupati Merangin H Al Haris didampingi Kadis PU Merangin    Arif menyerahkan masterplan KONI Merangin ke Menpora.
MERANGIN – Bupati Merangin, Al Haris bersama Kadis PU Merangin Arif dan rombongan, menemui Menteri Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Imam Nahrawi, Rabu (3/2).
 
Al Haris disambut hangat Menpora diruang kerjanya Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta. Haris sangat berharap kepada Menpora Imam Nahrawi untuk membantu mengembangkan sport center di Kabupaten Merangin.
 
‘’Saat ini jika hanya mengandalkan angaran APBD kami, tidak cukup,’’ ujar Haris.
 
Atlet dari Merangin jelasnya, banyak yang menyokong medali emas nasional, tetapi sepakbolanya belum bisa ‘unjuk gigi’. Hal ini mengingat saat ini sarana yang tersedia belum maksimal, untuk membina para atlet dan lapisannya karena baru ada lapangan sepakbola yang sama sekali tidak standar.
 
Sport Center yang akan dibangun di jalur dua depan Kodim itu, nanti akan dilengkapi kolam renang dan berbagai sarana olah raga lainnya yang lengkap. Ini untuk persiapan Merangin menjadi tuan rumah Porprov Jambi tahun depan.
 
Pada kesempatan itu, Haris juga menyerahkan master plan sport center Merangin ke Menpora. Al Haris juga minta kepada Menpora untuk memasukan kejuaraan Arung Jeram di kawasan Geopark Merangin, ke agenda olahraga nasional.
 
Tujuannya agar kejuaraan arung jeram di Merangin itu rutin diadakan setiap tahunnya, diikuti atlit dari seluruh Indonesia dan manca negara. Agenda nasional itu  tentu akan berdampak pada perkembangan ekonomi makro Kabupaten Merangin.
 
Apa tanggapan Menpora? Pada acara silaturahmi itu, Imam Nahrawi menyambut baik keinginan Bupati Merangin H Al Haris dan siap membantu sepenuhnya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Merangin.
 
“Saya mengaca kepada Sport Center Jakabaring, pemprov memberikan lahan untuk beberapa perusahaan swasta yang berdomisili di sekitarnya membangun sarana dan prasarana olahraga,’’ujar Menpora.
 
Kompensasinya lanjut Menpora pemerintah siap membesarkan nama perusahaan tersebut, dengan syarat sekian tahun sarana prasarana yang telah dibangun diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.
 
Sarana olahraga yang dibangun itu nantinya harus benar-benar dipergunakan untuk kepentingan olahraga dan atlet, selebihnya untuk mendorong lahirnya bibit-bibit atlet masa depan bangsa.
 
 
Seputarmerangin: hms/Teguh

Author

Related Articles

Back to Top