Sudirman vs Kausari Layaknya Nalim vs Syukur

 

nalimsyukur

PEREBUTAN kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Merangin sudah final.

Ahmad Kausari, terpilih menjadi ketua setelah menyingkirkan sejumlah kandidat lain.

Menarik untuk disimak. Persaingan antara Kausari dan Sudirman dalam pemilihan Ketua DPD PAN Merangin terbilang menonjol.

Sebagai calon petahana, banyak kalangan tidak menduga jika Sudirman bakal lengser dari jabatannya.

Patut dicermati, persaingan kedua anggota DPRD Merangin itu seolah mengisaratkan kemana kemudi PAN akan berlabuh di 2018 mendatang.

Pertarungan Sudirman Vs Kausari tak ubahnya pertarungan antara Nalim Vs M. Syukur Algoodri.

Pasalnya, Sudirman yang merupakan putra Tabir memiliki hubungan yang sangat erat dengan Balon Bupati Merangin, Nalim.

Sebelum pemilihan, keduanya dikabarkan telah melakukan beberapa kali pertemuan. Pokok bahasan dalam pertemuan yaitu tiket menuju Pilbup 2018.

Nalim sempat digadang-gadangkan maju sebagai ketua DPD PAN Merangin. Namun, petinggi PAN Provinsi Jambi punya rencana lain.

Nalim ditunjuk sebagai Dewan Pembina PAN. Pelantikannya akan dilakukan pada tanggal 2 Maret mendatang di Jambi.

Ditengah iming-iming jabatan Dewan Pembina, nyatanya kursi ketua DPD PAN beralih kemudi. Sudirman lengser, Kausari jadi nahkoda.

Pembicaraan politik yang telah dibangun antara Sudirman dan Nalim buyar. Jika ingin mendapatkan jasa perahu PAN, Nalim harus membuka pembicaraan baru. Tugas berat pun menanti.

Kausari yang merupakan putra asal Sungai Manau memiliki hubungan yang erat dengan sosok M. Syukur Algoodri.

Pada pilbup 2013 lalu, Kausari menjadi salah satu sosok dibalik pergerakan M. Syukur. Bukan tidak mungkin, kemudi PAN yang dinahkodai Kausari berputar haluan.

Syukur dan Nalim sama-sama memiliki jasa dalam perebutan kursi Gubernur Jambi pada Pilgub 2015 lalu.

Atas jasa tersebut, kedua balon sama-sama memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan dari PAN.

Baik Nalim maupun Syukur, keduanya sama-sama berambisi untuk maju dalam Pilbup 2018 mendatang.

Menarik untuk disimak, kemanakah perahu PAN akan berlabuh. Apakah kepelukan Nalim, atau M. Syukur.

Atau mungkin, skenario penunjukan Nalim sebagai Dewan Pembina merupakan bergaining politik untuk menyatukan Nalim dan Syukur.

Pasalnya, Nalim dan Syukur sempat diisukan telah menjalin komunikasi untuk berpasangan di 2018 mendatang.

Ya, meski hanya memiliki 3 kursi di DPRD Merangin, perahu PAN berlabuh patut untuk dicermati.

Sebagai partai penguasa, PAN tentu tidak ingin kalah dalam pertarungan Pilbup Merangin. Kita tunggu saja pergerakannya.

Seputarmerangin: Redaksi

Updated: 27 Februari 2016 — 21:15