Sosialisasikan Perda Rokok,  Bupati Sarankan Totok Rokok

Sosialisasikan Perda Rokok, Bupati Sarankan Totok Rokok

Pemerintahan

BANGKO-Guna mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Merangin tentang kawasan tanpa asap rokok, Bupati H Al Haris Kamis (8/9) menyarankan para pecandu rokok untuk mengikuti totol rokok.

Dikatakan bupati, totok rokok tersebut bisa dilakukan di Puskesmas Bangko. Dimana pria yang sangat ingin berhenti merokok, bisa menerapkan cara totok di sembilan titik.

Teknik yang dikenal sebagai SEFT (Self Emotion Freedom Technical) ini, bisa semakin memperkuat keinginan si perokok agar benar-benar stop merokok. ‘’Berhenti merokok selain menjaga kesehatan juga akan sangat membantu perekonomian keluarga,’’ujar Bupati.

Untuk itu bupati mengajak para pecandu rokok tidak lagi merokok. Apalagi pasca turunnya harga keret dan sawit, yang berdampak pada turunnya tingkat perekonomian keluarga.

Kepala Puskesmas (Kapus) Bangko dr Sahrial menambahkan, totok rokok bukan hypnoterapi. ‘’Ini terapi totok yang dilakukan pada sembilan titik penting, di ubun-ubun, alis mata, samping mata, bawah mata, bawah hidung, dagu, bawah tulang selangka (klavikula), ketiak dan bawah puting susu,’’jelas dr Sahrial.

Untuk menerapkan teknik SEFT tersebut lanjut pria berpostur tubuh tinggi besar itu, tak perlu lama-lama. Untuk menotok sembilan titik itu, hanya perlu waktu satu menit. Bila satu menit belum ada reaksi, teknik itu dilakukan kembali.

“Totok rokok itu dapat diulangi sampai 2-3 kali. Sampai pecandu rokok muntah-muntah hebat dan akhirnya dengan kesadaran dia berucap kalau rokok itu bau,”terang dokter yang Kamis (8/9) merayakan ulang tahunnya ke-46 tersebut.

Lebih lanjut dikatakan pria murah senyum ini, teknik SEFT tidak akan berhasil jika tidak ada kemauan yang kuat dari si perokok. SEFT bisa dilakukan siapa pun, tak hanya dokter, orang biasa yang sudah latih juga bisa mengajarkan ke orang lain.

Totok rokok yang dilayani Puskesmas Bangko itu jelas bupati, akan semakin membuktikan kalau Puskesmas Bangko telah siap seutuhnya untuk akreditasi. Sebab pengobatan yang dilakukan tidak hanya cara medis tapi juga alternatif.

‘’Dulu, ilmu kedokteran mengenal tiga sistem pada manusia. Namun kini ada empat sistem yang dikenal, yakni sistem pembuluh darah, syaraf, getah bening dan sistem Kyung Rak,’’terang Bupati.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top