Sopir Travel Pensiun Sementara, Bukan Takut Corona Tapi Takut Besarnya Pungli Di Jalan

Merangin-Pandemi Corona hingga saat ini masih melumpuhkan perekonomian warga, salah satunya dialami Tolik (42) warga Kabupaten Merangin, Jambi yang bekerja sebagai sopir travel. Dia terpaksa gantung setir dan kembali menjadi petani bukan takut karena Virus Corona tapi takut besarnya pungutan liar (pungli) yang harus dikeluarkan selama perjalanan.


Betapa tidak menurut cerita bapak dua anak ini, hampir setiap check point mereka harus membayar sejumlah uang untuk travel jenis minibus APV sebesar Rp 200 ribu dan mobil bus engkel sebesar Rp 400 ribu.


“Ini terjadi di check point wilayah Palembang dan Lampung, di dua tempat ini kita harus bayar kalau mau melanjutkan perjalanan”terang Tolik.
Lebih lanjut dia mengatakan saat mau menyeberang selat sunda dirinya pun harus keluar lagi sejumlah uang.


“Saat ini ongkos nyeberang perorangnya naik, kendaraan juga naik. Nah yang menjadi pertanyaan kita wajib rapid test dengan biaya Rp 250 ribu perorang, padahal yang saya tahu itukan dibiayai pemerintah kok ini harus bayar”katanya.


Dengan tingginya biaya pengeluaran di jalan, akhirnya dia memutuskan untuk pensiun sementara.


“Saya kasian penumpang, mereka harus keluar uang banyak, saya beranggapan saat pandemi corona ini banyak dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggung jawab, dan saya harap hal ini segera ditertibkan”pungkasnya.

Penulis : Abi

Editor : Bule

Updated: 16 Mei 2020 — 19:26