SMPN 48 Pungut Biaya UN Rp 500 Ribu Persiswa  

Utama
ujian-nasional2-300x236 
MERANGIN – Wali murid di SMPN 48 Merangin menjerit. Pasalnya, mereka harus merogoh kocek Rp 500 ribu untuk membayar biaya Ujian Nasional (UN).
 
“Kami terkejut, kok anak kami diminta uang Rp 500 ribu untuk biaya UN. Setahu kami itu tidak ada pungutan biaya. Dengan kondisi ekonomi sekarang, jelas kami sangat keberatan,” ujar salah seorang wali murid di Kelurahan Rantau Panjang.
 
Kepala SMPN 48, Arif membantah. Katanya, pungutan itu baru sekedar wacana. Namun, ia menyebutkan bahwa itu tidak mungkin dilakukan.
 
“Itukan -pungutan- baru sekedar wacana dan pungutannya juga belum dilakukan. Tidak mungkin saya memberatkan wali murid. Maksud saya, uang Rp 500 ribu itu untuk biaya les siswa menjelang UN,” elak Arif.
 
Mendengar informasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Merangin, Mashuri terkejut. Menurutnya, pungutan untuk biaya Ujian Nasional itu tidak dibenarkan.
 
“Dana untuk biaya UN itu sudah ada dalam dana Bantuan Operasional Ssekolah (BOS). Makanya, pungutan untuk UN itu tidak dibenarkan,” ujar Mashuri.
 
“Kami akan crosschek kelapangan. Jika terbukti, kami akan memberikan sanksi administratif. Sebab, kami sudah berulang kali menyampaikan tidak boleh ada pungutan untuk UN,” tegasnya.
 
 
Seputarmerangin: DZA

Author

Related Articles

Back to Top