Setiap Rumah Warga Penerima BLT Dipasankan Stiker Warga Tak Mampu

MERANGIN- Sekitar pukul 09.00 Wib Pemerintahan Desa Sungai Tabir, Kecamatan Tabir Barat, Merangin., mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020, penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh jajaran perangkat desa Sungai Tabir Di kantor Desa, terhadap puluhan Kepala Keluarga (KK) yang berhak menerima dana sebanyak Rp 600.000 tersebut.

Muhammad Juri Kades Desa Sungai Tabir mengatakan kepada media ini, “Alhamdulillah pemdes Sungai Tabir telah menyampaikan amanat dari Kementrian Desa, untuk memberikan bantuan kepada Masyarakat yang terdampak oleh Covid-19, kami pihak pemdes telah menyalurkan BLT tepat sasaran, dan jumlah bantuan sesuai dengan aturan kementrian yakni Rp 600.000 per KK per bulan,”ujarnya

Menurutnya,” masyarakat sangat terbantu ekonominya oleh BLT tersebut, apalagi situasi didalam bulan Suci Ramadhan ini kebutuhan masyarakat melonjak, sendangkan perekonomian masyarakat anjlok disebabkan oleh Virus Corona ini” ia menambahkan selaku Kades ia berkeinginan untuk menambah jumlah dana tersebut namun terkendala aturan pihaknya hanya bisa mendistribusikan sebanyak Rp 600.000 per Kepala Keluarga”Kata Juri.

Juri menambahkan,” pihaknya melakukan cara yang berbeda dalam pendataan BLT tersebut, yang mana pemdes melakukan pemasangan stiker merek penerima BLT di rumah Masyarakat yang menerima bantuan, yang bertuliskan “kami termasuk dalam Kategori Keluarga Miskin” menurutnya hal itu dilakukan agar masyarakat yang menerima bantuan tersebut benar-benar masyarakat yang membutuhkan, dan bagi masyarakat yang mampu merasa malu apabila menerima bantuan dari Dana Desa Tersebut”tambah Juri.

Pantauan media ini dilapangan, pendistribusian BLT dilakukan dengan tertip dan rapi, pihak pemdes memberlakukan sitem antrian kepada masyarakat yang berhak, ahmad salah satu masyarakat yang menerima BLT mengaku sangat terbantu dengan ada bantuan tersebut, ia mengatakan semenjak Covid-19 ini mewabah sudah banyak masyarakat yang kehilangan pendapatanya, harga getah (karet) anjlok sampai Rp 5000.

Penulis : Eric Orlando

Editor : Bule

Updated: 8 Mei 2020 — 21:31