Setiap Minggunya 2 Kg Sabu Masuk Ke Kabupaten Sarolangun

Setiap Minggunya 2 Kg Sabu Masuk Ke Kabupaten Sarolangun

Utama

JAKARTA, 31/1- BARANG BUKTI NARKOBA.  Polisi menata barang bukti narkoba hasil sitaan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, ketika gelar barang bukti di Jakarta, Kamis (31/1). Anggota Satuan Narkoba  Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap  3 pelaku pembuat narkoba di Komplek Danau Indah, Sunter, Jakarta,  dengan barang bukti berupa 650 butir Pil Ektasi, bubuk ektasi 2 kilogram, 5 paket shabu 1 kilogram, dan peralatan untuk membuat pil ektasi. FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani/ss/nz/13

SAROLANGUN– Kombes Giri  P kepala Badan Narkotik Propinsi ( BNP) jambi,menyebutkan bahwa narkotika jenis sabu yang masuk setiap minggunya cukup fantastik,pasalnya bisa mencapai 2 kg setiap dua minggunya.

Hal ini di sampaikan pada kegiatan whorkshop di ruang pola kantor bupati sarolangun,mengatakan bahwa dengan jumlah tersebut maka banyak generasi muda yang bisa meracuni narkoba.

” hampir setiap dua minggu ada 2 kg sabu yang masuk ke jambi,” jelasnya.

Sementara asal sabu berasal dari luar provinsi,dan lebih banyak menggunakan jalur darat ,hal ini dikuatkan dengan beberapa kali penangkapan  BNP.

” Sabu banyak berasal dari luar provinsi jambi,contohnya dari propinsi medan dan rata  rata menggunakan jalur darat” ujarnya lagi.

Dengan maraknya peredaran narkoba, dan dengan jumlah yanga besar, maka untuk setiap kilo sabu akan merusak ribuan generasi muda.

” bisa kita hitung  setiap gram saja bisa meracuni lima orang,jika di kilokan satu kilo tentu saja ratusan orang bisa kena narkoba” tambahnya .

BNP menghimbau agar masyarakat bisa bekerja sama baik dengan BNP dan juga polri untuk memberikan informasi.

” kerja sama dengan masyarakat sangat di butuhkan,sebab kami juga memiliki keterbatasan personil namun jika ada informasi dari masyarakat narkoba bisa kita cegah,jadi kan narkoba musuh utama dalam kehidupan kita sehari hari” tegasnya.

Sebagai pencegahan BNP juga sering melakukan sosialisasi baik di intasi pemerintah,dan juga ormas .

” bentuk pencegahan kita lakukan dengan cara sosialisasi,sehingga masyarakat bisa tau bahaya narkoba” tandasnya.

Sementara pada kegiatan kemarin juga di buka oleh asisten II Sarolangun Ir Fauzi MT,wakapolres sarolangun Kompol Riky,kabag Kesra Juddin dan dihadiri oleh peserta dari intansi pemerintah sarolangun.

Laporan : Abitiyas

Editor  : AGH

Author

Related Articles

Back to Top