Sembunyi di Plafon Asrama, Alwi Malah Tewas Kesetrum

Hukum & Kriminal
kesetrum

Foto By Net

MERANGIN – Niat ingin bolos dari pelajaran bahasa inggris, Alwi (16) warga Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo malah tewas kesentrum arus listrik, Senin (25/1) sekitar pukul 11.00.

Informasi yang berhasil dihimpun, siswa Pondok Pesantren Al Irsadiah Kecamatan Tabir Lintas itu kesentrum listrik saat bersembunyi diatas plafon asrama bersama rekannya Asriyono hanya untuk menghindar dari pelajaran bahasa inggris.

Apesnya, saat korban dan Asriyono hendak turun dari plafon asrama, tiba-tiba tangan kanan korban memegang kabel yang masih dialiri listrik. Sontak korban langsung tersengat arus listrik dan meregang nyawa.

Melihat kondisi korban, Asriyono mencoba untuk membantu dengan cara memegang dan menarik korban. Namun, saat menyentuh tubuh korban, keduanya langsung terpental dan tak sadarkan diri.

Mendengar suara gaduh akibat dentuman saat keduanya terpental, para guru dan pengurus pesantren langsung menuju lokasi kejadian. Kedua korban lantas dilarikan ke Klinik Sudjiati disimpang Jelita Kecamatan Tabir Lintas.

Sayangnya, nyawa korban Alwi tak bisa tertolong lagi. Sementara Asriyono hanya mengalami luka ringan akibat jatuh dari atap plafon.

Mendapatkan laporan soal kejadian tersebut, jajaran Polsek Tabir langsung mendatangi menuju lokasi dan melakukan olah TKP.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran melalui Kapolsek Tabir AKP Rizal Arianto Gumay membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, tadi siang ada seorang pelajar dipondok pesantren Al Irsadian di Kecamatan Tabir Lintas meninggal akibat kesentrum listrik. Korban bersembunyi di plafon asrama karena bolos dari jam pelajaran,” ungkap AKP Rizal.

“Saat kami datang ke klinik, korban sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutup AKP Rizal.

Seputarmerangin: Maskur

Author

Related Articles

Back to Top