Sekda Klaim Tanah Pemda Yang Digarap Salam Tanpa Izin

Utama

Sekda

MERANGIN – Sekda Merangin, Sibawaihi mengklaim tanah aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang digarap seorang anggota DPRD Provinsi Jambi asal Merangin, A. Salam yang ada di Kecamatan Pamenang tersebut sudah menyalahi aturan.

 

Pasalnya, selain tidak adanya izin jelas, pembangunan tersebut sudah merugikan Milyaran Pendapat Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin, sejak tahun 2010 hingga tahun 2016 saat ini.

 

“Ya sebagai penanggung jawab aset, saya rasa ini sangat penting diurus tanah pemda yang digarap pihak ketiga ini,” ungkap Sekda.

 

Secara aturan tanah kata Sekda, tanah yang digarap itu sudah menyalahi aturan. Sebab, dalam pemberian izin pengarapan hanya ditandatangani Kepala Dinas (Kadis) KP3 waktu itu dan tanpa ditanda tangani Bupati Merangin.

 

“Kalau kita mengacu ke aturan itu salah dan cacat hukum.  Apa lagi yang menandatangani izin penggarapan tanah tersebut hanya sebatas Kadis tanpa tanda tangan bupati,” ujar Sekda.

 

Ketika ditanya Sekda terkait kerugian Pemda sejak tahun 2010 lalu, hingga 2016 ini atas penghasilan pengarapan yang dilakukan Salam tanpa izin tersebut, Sekda menyebutkan, akan memanggil Salam duduk bersama  dengan tim TAPD Merangin.

 

” Kita panggil pihak rekanannya, kita runding baik-baik sebagaimana aturan yang ada, kita akan memperhitungkan,” tambah sekda.

 

Lebih lanjut Sekda menyampaikan, sejauh ini nampaknya ada etikat baik dari pihak pengusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hanya saja belum ada waktu yang tepat.

 

” Menurut informasinya, ada niat baik dari pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah ini. Namun kata mereka menunggu waktu yang tepat,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua LSM-Papinhas Merangin Masduki mengatakan, bahwa pemkab jangan bicara hanya pengurus dan mencari solusi saja, sudah berapa tahun itu dibiarkan.

 

“Kalau tidak berani bilang saja, masak sejauh ini hanya ingin mengurus dan mencari solusi saja. Selama ini hanya dibiarkan,” ujar Masduki.

 

Dikatakannya, seharusnya jangan dibiarkan hal ini terjadi, bayangkan dari tahun 2010 sampai saat ini berapa Milyar uang daerah raib.

 

“Jika ingin bertindak sudah lama masalah ini selasai. Coba banyangkan berapa banyak PAD Merangin hilang,” tegas Masduki.

 

Terpisah, A. Salam, sendiri sampai berita ini diturunkan susah untuk dikomfirmasi. Setiap kali mencoba menghubungi nomor pribadinya aktif, namun tak diangkat.

 

(Yon)

 

Author

Related Articles

Back to Top