DKM Kecam Keras, Kegiatan Sastra Tidak di Lombakan di Merangin Exspo

Merangin-Bentuk diskriminasi terhadap sastra yang di anggap tidak penting terbukti sudah,padahal karya sastra yang di hasilkan sastrawan merangin Asro Almurthawy dengan judul cerpen Pangeran Sigalumat,menjadi bahan ajar bagi pelajaran SD dan MI di akui sebagai kakayaan intelektual dan di apresiasi dirjen pendidikan.

Tapi berbeda dengan di kabupaten merangin,semua bentuk karya seni seperti lagu,tari,lukis dan menari di lombakan pada merangin exspo,bentuk penghargaan tidak di berikan bagi bidang sastra.

Dan anehnya hanya karena kebijakan segelintir orang,yang menganggap sastra tidak penting,sehingga event tahunan di merangin di abaikan.

“Kami sangat mengecam keras ,sastra tidak ikut di lombakan dan ini bentuk pembunuhan bakat anak anak merangin”,jelas Asro Almurthawy ketua dewan kesenian merangin.

Menurutnya jangan ada tebang pilih,sebab sastra juga punya peranan dalam membangun budaya di merangin.

“Jangan diskriminasilah,sastra juga berkonribusi untuk merangin,salah satunya cerpen pangeran sigalumat ,akan jadi bahan ajar di SD dan MI,ini juga karya anak merangin”tegasnya.

Jika masih ada sikap diskriminasi budaya,maka tidak akan muncul bibit bibit sastrawan di merangin.

“Ini saya kita bentuk pengebirian terhadap sastrawan,apa gunakan di bentuk komite sastra ,dan kita akan rapatkan bersama pengurus komite sasrta di DKM”tandasnya.

Sementara itu kadisbud merangin Zubir,saat di konfirmasi melalui nomor ponselnya bernada aktif tapi tidak di angkat,bahkan di kirimi pesan pendek hingg berita ini di tulis belum juga memberi balasan.

 

(abityas)

Updated: 4 Desember 2017 — 09:58
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: