Saipul Hadi: Perekonomian Warga Kita Sedang Terpuruk

Ekonomi & Bisnis
penimbangan-getah-karet
MERANGIN – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Merangin, Saipul Hadi menuturkan bahwa perekonomian warga sedang terpuruk. Ia yang berdomisili di Desa Tambang Emas Kecamatan Pamenang Selatan itu merasakan secara langsung sulitnya pereknomian warga.
 
“Dampak yang paling dirasakan itu adalah petani karet. Dalam satu hari, mereka paling sanggup mendapatkan getah berkisar 7 – 10 kilogram. Itu tidak setiap hari.
Dalam sebulan mereka maksimal bisa menyadap selama 20 – 25 hari. Artinya, dalam satu bulan petani karet hanya menghasilkan 250 kilogram atau berkisar Rp 1 juga perbulan. Itu kalau  kebun sendiri. Kalau kebun orang?,” ujar Saipul.
 
“Kalau untuk petani sawit, perekonomian sudah cukup membaik. Harga TBS berangsur-angsur membaik. Kendala petani saat ini adalah usia tanam sawit yang suda memasuki masa replanting.
Produksi kebun menurun, sementara sertifikat masih di bank. Akibatnya, petani belum bisa melakukan replanting,” tambahnya.
 
Kata Saipul, terpuruknya perekonomian warga menjadi penyebab utama maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
 
“PETI itu awalnya hanya peralihan kerja menjelang harga getah dan sawit kembali normal. Tapi, semakin lama malah menjadi mata pencaharian utama. Khususnya bagi petani karet. Sebab, harga getah hingga kini belum menunjukkan kenaikan,” jelasnya.
 
 
Seputarmerangin: Zakhrowi 

Author

Related Articles

Back to Top