SAD Rawan Virus Zika, Dinkes Intruksikan Puskesmas Cek

SAD Rawan Virus Zika, Dinkes Intruksikan Puskesmas Cek

Kesehatan

MERANGIN– Meski sampai saat ini belum terdeteksi, namun para Suku Anak Dalam (SAD) sangat rentan terserang virus Zika. Virus ini terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes, terutama spesies Aedes aegypti dengan berujung deman Zika.

Namun demikian, warga SAD yang nota bene belum bisa melakukan pola hidup bersih dan sehat sangat rentan dengan penyakit yang satu ini. Bahkan informasi yang dihimpun, Kementrian Kesehatan RI, menunjuk SAD di Jambi yang sangat rawan terjangkit Virus Zika ini.

Dibincangi Seputar Merangin.Com, Kepala Dinas Kesehatan Merangin Solahuddin mengatakan sejauh ini dirinya belum mengetahui secara detil intruksi dari Kementrian Kesehatan tersebut. Hanya saja, terkait hal ini pihaknya menyebutkan agar tetap waspada.

“Saya belum tahu detilnya seperti apa dari Kemenkes, namun ini tetap waspada dan akan kita sampaikan ke Puskesmas untuk memantau SAD di wilayah masing-masing,” sebutnya.

Tidak itu saja, sejauh ini Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin belum mendapatkan intruksi khusus dari Dinkes Provinsi Jambi. Hanya pihaknya menyebutkan khusus di Merangin pihaknya akan proaktif. “Segera akan kita sampaikan ke Puskesmas agar turun ke daerah pemukiman SAD di wilayah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pematang Kandis Sephelio yang memiliki wilayah kerja pemukiman SAD mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya warga ataupun SAD yang terjangkit virus tersebut. Bahkan, khusus untuk SAD, diakuinya pihak Puskesmas setiap bulannya terus turun ke lokasi SAD.

“Hasil pengecekan di Langling pada bulan ini, SAD hanya terserang flu saja. Untuk hal-hal selain itu tidak ada,” ujarnya.

Diakuinya, SAD memang sangat rentan dengan berbagai penyerabaran penyakit. Hal ini lantaran pola hidup dan lingkungan tempat tinggal SAD masih jauh dari kata sehat. Selain itu juga, merubah pola hidup SAD memang cukup sulit.

“SAD memiliki anti bodi yang cukup baik. Itu sangat menjaga mereka dari berbagai penyakit. Tapi kita tetap akan melakukan pengecekan ke SAD,” pungkasnya.

Diketahui, manusia yang terkena infeksi virus Zika ini dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut. Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembang biak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan.Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya. Selain itu, virus ini penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, namun kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terpapar virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit akibat virus ini. Walaupun jarang, dapat terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan kematian. Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top