Ribuan Petani Jalan Kaki Menuju Istana Negara

Utama

(3)

JAMBI- Miris, pasca menggelar aksi dan menginap di pendopo Kantor Gubernur Jambi, terkait tuntutan penyelsaian Konflik agraria. Ribuan Petani dan LSM yang berasal dari 4 kabupaten tersebut pada Kamis (17/3/2016), melakukan aksi jalan kaki dari ranah sepucuk jambi sembilan lurah menuju istana Negara, Demi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntunannya.

Terpantau Seputarmerangin.com, tanpak Ribuan massa petani itu berjalan ditengah terik matahari dengan beragam usia, mulai dari usia remaja, menengah hingga usia tua.

Lebih mirisnya lagi dalam aksi jalan kaki tersebut, selain dilakukan oleh para laki-laki juga diikutsertakan oleh kaum prempuan, bahkan ada yang sambilan membawa anaknya. Hal ini tidak menyurut semangat mereka.

“Sedikut pun tidak menyurutkan semangat kami, Jangankan keistana Negara Jakarta, Demi titik terang penyelsaian konflik yang telah berlangsung lama ini, ke Bali pun saya sanggup jalan kaki,” ungkap salah seorang prempuan yang ikut turun kejalan itu lantang.

Sementara itu, Joko Supriadi selaku coordinator lapangan (Korlap) saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan aksi ini dilakukannya menuju keistana Negara dengan sedikitnya membawa sebanyak 14 tutntutan, terutama terkait pembentukan Dewan atau Komite Penyelsaian Konflik Agriria.

“Bukankah pemerintah wajib memenuhi hak konstitusional mereka, hak untuk hidup layak, mendapatkan rasa aman dan hak kesejahteraan, dan bukan sebaliknya merepresifitas,” ungkap Korlap dalam penyampaian.

Diketehaui Massa sendiri berasal dari Petani Kunangan Jaya I dan II, Batanghari dan Mekar Jaya di Sarolangun serta perkumpulan petani di Tanjabtim dan Muaro Jambi.

Tuntutan ini dilatar belakangan kampung dan tanahnya diklaim oleh perusahaan yang diantaranya disebut PT. Agro Nusa Alam Sejahtera, PT. Wanakasita Nusantara dan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).

Sebelumnya konflik lahan ini sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak 1986, masyarakat adat SAD disebut sudah melawan perampasan tanah milik mereka yang dilakukan PT Asiatic Persada (Wilmar Group).

(Apo)

Author

Related Articles

Back to Top