Ribuan Massa Geruduk Kantor Gubernur Jambi

Utama

(2)

JAMBI–Ribuan massa petani dan Lembaga Sawadaya Masyarakat (LSM) yang berasal dari empat Kabupaten, Rabu (16/3/2016), menggelar aksi Demonstrasi dengan membawa sebanyak 14 tuntutan diteras utama Kantor Gubernur Jambi.

Terpantau Seputarmerangin.com, aksi yang mendapat pengawalan ekstra ketat dari aparat kepolisian tersebut dilakukannya mereka untuk meminta dukungan dan janji reformasi agrarian  dalam Pemerintahan Provinsi Jambi yang ditampuki oleh Zumi Zola- Fahrori Umar.

Meskipun dalam akasinya para demonstran belum dapat bertatap muka secara langsung bersama orang Nomor satu diranah sepucuk jambi Sembilan lurah tersebut, lantaran Zola tengah tidak ada ditempat. Mereka bertekat akan melakukan aksi dengan berjalan jalan kaki menuju istana Negara di Jakarta.

“Kami meminta kepada Gubernur Jambi untuk menepati janjinya kepada petani, mengayomi dan mensejahterakan petani,” ungkap Joko Supriadi, Korlap aksi.

Massa sendiri berasal dari Petani Kunangan Jaya I dan II, Batanghari dan Mekar Jaya di Sarolangun serta perkumpulan petani di Tanjabtim dan Muaro Jambi. Tuntutan ini dilatar belakangan kampung dan tanahnya diklaim oleh perusahaan yang diantaranya disebut PT. Agro Nusa Alam Sejahtera, PT. Wanakasita Nusantara dan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).

Untuk diketahui, kebelumnya konflik lahan ini sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak 1986, masyarakat adat SAD disebut sudah melawan perampasan tanah milik mereka yang dilakukan PT Asiatic Persada (Wilmar Group).    Akibat dari konflik agraria tersebut, sekitar 15000 Kk petani telah disebutkan menjadi korban kebijakan liberalisme investasi.

“Kejadian ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, hingga kini belum juga ada titik terang penyelseainnya. Ini sama halnya, tidak adanya penghormatan pemerintah terhadap martabat kemanusiaan yang diamanatkan UU Nomor 39/1999 Tentang Hak Azazi Manusia,” ujar sang korlap dalam orasinya.

Terakhir, massa juga mengancam untuk melanjutkan aksi jalan kaki menuju Istana Negara RI di Jakarta dengan membawa agenda yang sama pada 17 Maret 2016 mendatang untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

(Apo)

Author

Related Articles

Back to Top