Rekanan Terancam Diblacklist,   Kegiatan Belum Dilaksanakan

Rekanan Terancam Diblacklist, Kegiatan Belum Dilaksanakan

Utama

BANGKO– Akibat lalai dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, rekanan yakni CV Teluk Kandis mendapatkan teguran tegas dari Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga. Pasalnya, informasi yang dihimpun pihak rekanan tersebut sudah terlebih dahulu mencairkan uang muka dengan item pembangunan drainase di RT 11 Kelurahan Dusun Bangko tetapi sampai saat ini belum ada satupun kegiatan yang dilaksanakan.

Informasi yang dihimpun, kegiatan fisik tersebut harusnya sejak 28 Juni 2016 sudah mulai melakukan kegiatan. Hanya saja sampai kini (24/8) dilokasi kegiatan tidak ada satupun pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan dari CV Teluk Kandis. Paket kegiatan yang menelan anggaran mencapai Rp 100 Juta tersebut juga diketahui bahwa rekanan sudah mencairkan uang muka sebanyak 30 persen. Diduga kuat sampai kemarin lama kegiatan pembangunan tersebut sudah habis masa kontrak.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Merangin, Aspan membenarkan informasi tersebut. Bahkan Aspan menyebutkan bahwa sore kemarin pihaknya sudah memanggil rekanan yang mengerjakan kegiatan fisik di RT 11 Kelurahan Dusun Bangko.

“Memang benar itu,kemarin sore rekanan sudah kita panggil,” kata Aspan.

Pada kesempatan ini, pihaknya memberikan teguran secara lisan terkait hal-hal yang membuat pihak rekanan lambat dalam melakukan kegiatan pembangunan. Namun demikian, setelah diteliti kegiatan pembangunan tersebut jatuh tempo pada 15 September 2016 nanti. “Masih ada waktu rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan.  Kita berikan deadline sampai tujuh hari sejak hari ini,” tegasnya.

Meski demikian, jika tidak juga dikerjakan dalam waktu tujuh hari maka pihaknya akan memberikan teguran secara tertulis. Teguran tersebut akan dilakukan sebanyak dua kali. “Jika sampai teguran kedua tidak juga, maka kita ambil langkah yang paling buruk yakni black list,” tegasnya.

Lantas bagaimana dengan uang muka yang sudah diambil oleh rekanan, menanggapi hal itu Aspan mengatakan bahwa uang muka tersebut bisa ditarik kembali. Pasalnya pihak PU bekerjasama dengan pihak asuransi dimana ada jaminan setiap kegiatan yang bisa ditarik kembali. Hal itu dilakukan jika rekanan tidak menepati pekerjaan atau tidak mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

“Uang muka bisa kita ambil kembali, sanksi terburuk yakni rekanan akan diblacklist,” pungkasnya.

(Agh)

Author

Related Articles

Back to Top