Rahimah Lapor Polisi, Tanah Warisan Diserobot OTK

MERANGIN – Rahimah warga Rantau Panjang, Kecamatan Muara Siau harus melapor ke Polres Merangin, lantaran tanah warisan yang dirinya miliki selama ini tiba – tiba dijual kepada orang tak dikenal (OTK) tanpa sepengetahuannya.

Dari data yang berhasil didapat koran ini, peristiwa tersebut berawal saat Rahimah (01/09) membersihkan kebun miliknya yang berada di Muara Siau.

Namun selang membersihkan kebun miliknya yang selama ini dikelolanya, secara tiba – tiba datang warga bernama Yulisman mengaku jika tanah tersebut secara sah miliknya yang sudah dibelinya pada warga Pulau Raman,Kecamatan Tiang Pumpung.

“Ini tanah aku, aku sudah beli dari Orang Pulau Raman, aku mau bersihkan kebun aku ni. Banjir Darah mau Kito,”tutur Rahimah dihadapan Penyidik Polres Merangin sembari menuturkan perkataan Yulisman.

Rahimah melapor ke Polres terlihat membawa bukti berupa surat hibah tanah warisan yang dimiliki orang tuanya tahun 1988 lalu dan lansung diterima penyidik Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy melalui kasubag Humas polres Merangin Iptu Edih membenarkan adanya laporan masyarakat masalah penyerobotan tanah.

“Ya benar ada laporan masuk ke kita pada Jum, at (11/09).saat ini laporan tersebut masih dilakukan penyelidikan. Karena setiap laporan apapun dari masyarakat akan kita tindak lanjuti,”singkatnya.

Sementara itu terpisah suami dari pelapor Mangcik Herman meminta kepada aparat kepolisian mengusut kasus tersebut karena, kata dia, kasus tumpang tindih surat tanah sering terjadi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“dampaknya bisa membikin konflik sesama , mohon dengan sangat hormat tegakkan keadilan dan transparan yang mana salah dan benar supaya kedepan tidak akan terulang lagi,”pungkasnya.

Penulis : Abi

Editor : Bule

Updated: 18 September 2020 — 12:06