PT. SAL DiDuga Tipu Ribuan Petani

Hukum & Kriminal

Ini Data Lengkap Kecurangan PT. Sal, Terhadap Petani Dari Apkasindo Merangin

MERANGIN- Dugaan kasus manipulasi data yang dilakukan PT. Sari Aditya Loka(Sal), terhadap masyarakat penerima plasma di enam Desa diKabupaten Merangin, dan tiga Desa  Kabupaten Sarolangun, sejak tahun 2002 hingga tahun 2016 ini terkuak.

Enam Desa Kabupaten Merangin tersebut, yakni Desa Sungai Sahut, Desa Bungo Antoi, Desa Muara Delang, Desa Sinar Gading, Desa Bungo Tanjung, dan Desa Rawa Jaya di Kecamatan Tabir Selatan.

Tiga Desa lainya adalah di Kabupaten Sarolangun, Desa Bukit Suban, Desa Mentawak Baru, Desa Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam.

Sejauh ini hasil investigasi Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia(Apkasindo), bahwa ada enam pelanggaran yang  dilakukan PT. SAL dalam kontrak kerja sama dengan penerima plasma.

Yang pertama, luas kebun untuk kebutuhan petani 8536 hektar, atau terbagi 4268 kapling.  Namun, dalam realisasinya pihak PT. Sal, melebihi dari luas kebutuhan petani sekitar 9970 hektar.

Kemudian, dana Escrow Accont, yang dipakai perusahan tanpa ada persetujuan dari penerima plasma. Selain itu, dana 70 parsen, dari produksi antara Prakredit dan akat kredit dipakai pihak perusahan.

Kemudian, jatah tanah pembagian kurang dari dua hektar perkapling. Lahan petani yang dijadikan dua tempat, namun, sertipikatnya hanya satu tempat. dari itu semua Apkasindo Merangin, menghitung kerugian petani plasma terhitung dari tahun 2002 sebesar 58 Milyar hingga tahun 2016 ini.

” Ya, Apkasindo Merangin, menemukan adanya pelanggaran pihak PT. Sal terhadap 2073 KK petani penerima plasma di Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Sarolangun,” ungkap Joko ketua Apkasindo Merangin menuturkan Senin (7/3).

Joko menceritakan, dari enam temuannya, anak cabang PT. Astra tersebut, mereka terkesan sengaja mengangkangi Surat  Keputusan Menteri Pertanian(Skep-Mentan) no. 232/KPTS/KB.S10/90/100490 tentang juklak Kebun Plasma.

” Menurut hasil Investigasi kami, pihak PT SAL terkesan sengaja melanggar Surat Keputusan Menteri Pertanian, no. 232 tentang juklak pengalihan kebun Plasma untuk meraup keuntungan dari Praktek kotornya itu,” beber Joko.

Selanjutnya, Joko juga menegaskan, dalam hal ini pihak PT Sal, harus bertanggung jawab, supaya mengembalikan hak ribuan warga Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Metangin, dan Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun.

” Kita minta pihak PT Sal, bertangung jawab, supaya menganti rugi uang masyarakat yang di gerogoti sejak tahun 2002 hingga 2016″ tegas Joko

Sementara, pimpinan PT SAL Farid Maqruf, dikonfirmasi  terkait dugaan manipulasi data yang dilakukan pihaknya mengakui adanya persengketaan terkait dana escrow account yang menjadi persoalan dengan masyarakat hitam ulu dan sekitarnya.

“Memang ada, itu kan sudah lama, dan ini sudah pernah di sidangkan,” singkatnya.

Ketika dimintai keterangan lebih jauh lagi, Farid mengatakan akan mengklarifikasikannya lagi usai sepulangnya dari cuti nya di Solo Jawa Tengah.

“Saya sekarang sedang cuti di solo, nanti saya pulang saya akan cek lagi datanya,” kata Farid sambil menutup Hpnya.

seputarmerangin: YON

Author

Related Articles

Back to Top