Proyek Normalisasi Sungai di Kecamatan Pangkalan Jambu Diduga Asal Jadi

Utama

IMG-20160708-00985

BANGKO-Proyek normalisasi Sungai Batang Mesumai yang berada di Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin menjadi sorotan, kenapa tidak, proyek yang bernilai 750 Juta Rupiah ini dengan dana APBD Provinsi tahun 2016 hanya di kerjakan dalam waktu Sepuluh hari di lokasi Proyekpun tak ada papan Proyek yang seharusnya di pasang oleh Kontraktor Pelaksana.

Dari Pantauan Awak media Di lapangan,Proyek Normalisasi sungai yang panjangnya 1,5 Kilometer ini,mulai dari Ujung Desa Bukit Perentak hingga Desa tiga Alur seharusnya bisa mengatasi masalah sungai yang dulunya telah habis di keruk oleh penambang emas ilegal, namun malah sebaliknya, proyek tersebut nampak pengerjaannya asal jadi.

Kenapa tidak,menurut spesipikasi,proyek normalisasi tersebut seharusnya di lakukan pendalaman sepanjang dua meter,namun pengerjaanya hanya satu meter, begitu juga dengan lebar sungai yang akan di normalisasi,seharusnya kontraktor harus melebarkan sungai sepanjang 6 meter, namun kenyataan di lapangan hanya di kerjakan bervariasai mulai dari tiga meter hingga 6 meter.

Melihat ada kecurangan dalam pengerjaan proyek normalisasi sungai di kecamatan Pangkalan Jambu,Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Merangin, Yuzerman Angkat Bicara, Yuzerman Menilai kontraktornya harus bertanggung jawab dengan pengerjaan proyek yang di lakukanya.

“Saya lihat proyek tersebut sangat asal jadi di lakukan oleh kontraktornya,apalagi di lokasi proyek tidak ada papan proyek, bisa – bisa saja proyek ini proyek siluman yang tak tau ujung pangkalnya” , ungkap Yuzerman, Minggu (10/70).

Yuzerman juga mengatakan, saya sudah kelapangan dan melihat memang proyeknya asal jadi,di tambah lagi dengan waktu pengerjaan hanya sepuluh hari.

“proyek apa yang bisa di kerjakan dalam waktu sepuluh hari,buat pagar rumah saja di kerjakan dalam waktu sepuluh hari pasti hasilnya tidak maksimal,apa lagi ini proyek normalisasi sungai yang notabennya membutuhkan waktu yang cukup lama,” tutur yuzerman.

Yuzerman melanjutkan jika dalam waktu dekat ini pihak kontraktor tidak memperbaiki pekerjaanya, dirinya akan melaporkan pekerjaan ini ke pihak penegak hukum, sebab selaku putra daerah Kecamatan Pangakalan Jambu dirinya merasa di rugikan dengan proyek yang di duga di kerjakan asal jadi.

“dalam beberapa hari ini saya akan melaporkan proyek ini ke pihak penegak hukum jika tidak ada realisasi perbaikan proyek tersebut,” tutup yuzerman.

(AGH)

Author

Related Articles

Back to Top