Polres Merangin Kembali Tangkap Lima Pekerja PETI

Hukum & Kriminal

_IMG_000000_000000

MERANGIN– Upaya pihak Kepolisian Polres Merangin Untuk Menertipkan Aktivitas Penambangan Emas Ilegal yang ada di Wilayah Kabupaten Merangin terus di gencarkan. Minggu Lalu, anggota Sat Reskrim Sudan mengaman tiga pelaku PETI dan membakar Satu Set Alat untuk Menambang emas ilegal di Kawasan Kecamatan Renah Pamenang. Kali ini Anggota Sat Reskrim Polres Merangin Kembali mengamankan Lima Pekerja Tambang emas ilegal yang berada di Desa Sungai Ulak, Jum`at (24/5).

Penangkapan Lima Pekerja Tambang Emas Ilegal atau yang sering di sebut PETI ini, berkat laporan masyarakat di Desa Sungia Ulak Kecamatan Nalo Tantan Banyak Terdapat Lokasi Tambang emas ilegal.Tak menunggu lama, Anggota Sat Reskrim yang di Pimpin Oleh Kanit Tipiter IPDA Faturrahman langsung menuju lokasi.

Saat di lokasi, Polisi Menemukan, lima pekerja yang sedang asik mengeruk tanah dengan mesin dompeng untuk mencari emas, takut para pekerja kabur, Aparat Kepolisian Langsung membekuk ke lima pekerja dan mengamankan beberapa barang bukti untuk di bawa ke Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Melalui Kasat Reskrim IPTU Fahrurozi, membenarkan jika telah mengamankan Lima Pekerja tambang emas ilegal Di Desa Sungai Ulak.

“ya tadi pagi anggota kita Mendapat informasi jika Di Desa Sungai Ulak Banyak aktifitas Tambang Emas ilegal,dan kebetulan saat anggota kita menuju lokasi, para pekerja tersebut masih berada di sana dan langsung kita bawa bersama barang bukti,” ungkap IPTU Fahrurozi, Jum`at (24/6).

Fahrurozi menambahkan jika kelima Pekerja tersebut bernama SG(20)Warga Kabupaten PATI, HD (20) Warga Kecamatan Nalo Tantan, AR (21) warga Kabupaten PATI, HR (21) warga Kecamatan Nalo Tantan, SO (42) warga Kabupaten PATI.

“lima pekerja tersebut dau warga Kecamatan Nalo tantan, dan tiga warga Kabupaten PATI, untuk pemilik tambang masih kita buru, sebab para pekerja masih belum bisa mengatakan siapa pemilik tambang, selain mengamankan lima pekerja, kami juga mengamankan Dua unit Dompeng yang di musnahkan di lokasi, serta Dua unit karpet,” urai IPTU Fahrurozi.

Akibat Perbuatannya, Kelima pekerja Tambang emas ilegal tersebut terancam Dengan undang – undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerban Pasal 158 dengan ancaman kurungan penjara paling lama Sepuluh Tahun Penjara.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top