Tujuh Anggota DPRD Di PAW Jadi Alasan DPRD Sarolangun Tak Sahkan APBD-P

SAROLANGUN – Intrik politik yang di pertontonkan anggota DPRD saorlangun,menjadi salah satu bukti bahwa apa yang di lakukan adalah bukti balas dendam,akibat PAW tujuh anggota DPRD yang menyebrang pada partai politik jelang pileg mendatang.

 

 

Dampaknya Aspirasi masyarakat untuk membangun suatu wilayah melalui Musyawarah Desa, Kecamatan hingga Kabupaten untuk mendapatkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, sepertinya tahun ini (2018) tidak akan teralisasi.

 

 

Pasalnya, waktu yang ditetapkan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga pertanggal 30 September lalu untuk segera ketuk palu, tidak juga direalisasikan oleh DPRD Kabupaten Sarolangun.

 

 

Intrik politik yang di pertontonkan anggota DPRD saorlangun,menjadi salah satu bukti bahwa apa yang di lakukan adalah bukti balas dendam,akibat PAW tujuh anggota DPRD yang menyebrang pada partai politik jelang pileg mendatang.

 

 

Amir Mahmud, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Sarolangun saat dikonfirmasi terkait belum ketuk palu APBD P hingga saat ini mengatakan,bahwa pihaknya masih melakukan upaya untuk berkoordinasi dengan pihak Provinsi dan Kemendagri, untuk melakukan rapat paripurna diluar batas waktu yang sudah ditentukan.

 

 

“Kami masih berupaya agar rapat paripurna bisa dilaksanakan. Dan saat ini masih melakukan koordinasi ke Provinsi dan Kemendagri. Paling lama rabu atau kamis sudah ada jawabannya,”kata Amir Mahmud.

 

 

Dikatakannya, keterlambatan rapat paripurna pembahasan APBD Perubahan untuk tahun 2018 ini, dikarnakan adanya polemik yang terjadi di tubuh DPRD Kabupaten Sarolangun, sehingga sampai saat ini belum juga dilaksanakan rapat paripurna tersebut.

 

 

“Keterlambatan ini memang kami akui karna adanya polemik yang terjadi di DPRD Sarolangun. Karna ada 7 rekan-rekan anggota DPRD yang menerima surat keputusan pemberhentian sebagai anggota dewan,”ungkapnya.

 

 

Alam warga sarolangun yang juga pedagang di pasar sarolangun,mengaku menyesalkan sikap anggota DPRD Sarolangun yang tidak mengesahkan APBD-P.

 

 

“Di tengah kesulitan ekonomi seperti ini,teganya wakil rakyat tidak mengesahkan APBD-P,kurang apa lagi mereka terlalu mementingkan pribadi saja,kami rakyat kecil yang merasakan dampaknya”kata Alam.(ble)

Updated: 1 Oktober 2018 — 22:08
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: