Jelang Pemilu Serentak 2019,20 Persen Warga SAD Sarolangun Belum Rekam e-KTP

SAROLANGUN- Kehidupan orang rimba atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam (SAD)  Kabupaten Sarolangun yang mayoritas mencari nafkah hidup dengan berburu binatang di hutan, menjadi persoalan belum tercatatnya 20 persen warga SAD Sarolangun di DPTHP-2 dalam rangka Pemilu serentak 17 April tahun 2019.
Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Sarolangun, Helmi mengatakan hal tersebut bukan merupakan kendala dari pihak Dukcapil Sarolangun, tetapi sesunguhnya disebabkan kondisi kultur dan kehidupan SAD yang bekerja dalam memenuhi nafkah hidup dengan cara berburu di hutan untuk dijual dan hasilnya digunakan membeli kebutuhan hidup mereka.
“Ketika kami ke sana (Pemukiman SAD. red) banyak diantara mereka yang sedang tidak berada di tempat, dari keterangan yang diperoleh, mereka sedang mencari nafkah dengan berburu di hutan”, ucap Kadis Helmi, Rabu (19/12/2018) kepada awak media.¬†
Kadis menyebut kondisi demikian tidak merupakan kendala untuk merekam KTP-EL warga SAD, “Hal ini bukan kendala bagi kami, Dinas Dukcapil punya program yang kontinu dan intens dengan jeput bola ke desa (Jebol Desa) dan Pelayanan keliling (Yanling) setiap hari Senin sampai Kamis,dan terus berupaya maksimal”, tambah Kadis yakin tidak akan ada persoalan SAD dalam memberikan hak pilih pada Pemilu 2019.
Diketahui menurut Imformasi dari KPU Sarolangun, sudah 731 orang warga SAD masuk DPTHP-2 dan masih ada 83 orang warga SAD Sarolangun yang belum merekam KTP-EL, tetapi sudah masuk ke dalam data Sidalih KPU.
“Ada 83 orang SAD yang belum masuk DPTHP-2, tapi sudah masuk ke dalam Sidalih, bila mereka sudah merekam dan bisa menunjukkan KTP-EL atau bisa menunjukkan Surat keterangan telah merekam (Suket), akan bisa memilih, nanti dimasukkan ke dalan daftar pemilih khusus (DPK)”, jelas Ibrahim Komisioner KPU Sarolangun, Selasa (18/12/2018) kepada media ini. (Ble)

Updated: 19 Desember 2018 — 21:40