Polisi Tangkap 18 Pekerja Tambang Emas Ilegal

MERANGIN-Aparat Kepolisian Sat Shabara Polres Merangin, Jambi berhasil mengamankan 18 pekerja Tambang Emas Ilegal menggunakan mesin Dompeng di Desa Mudo,Kecamatan Bangko,saat melakukan aktifitas PETI (Penambangan Tanpa Izin), Selasa (24/9).

Razia yang langsung di pimpin Kasat Shabara AKP Sampe Nababan ini bermula dari laporan masyarakat dimana akan terjadi keributan antara warga Desa Limbur dengan para pekerja PETI.

Tak mau terjadi korban jiwa, Kasat Shabara bersama anggotanya langsung turun ke lokasi PETI dan sesampai di lokasi langsung mengamankan para pekerja tambang untuk menghindari bentrok antara pekerja tambang dan masyarakat.

18 orang yang terdiri dari tiga pemilik mesin dan 15 pekerja tambang, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti karpet untuk menampung pasir emas,satu botol air raksa,BBM jenis solar empat galon serta dulang.

Selanjutnya seluruh pekerja tambang ilegal dan pemiliknya langsung di gelandang ke Mapolres Merangin untuk di intrograsi lebih lanjut.

Kapolres Merangin AKBP M.Lutfi melalui Kasat Shabara AKP Sampe Nababan, membenarkan jika anggotanya bersama dirinya mengamankan pekerja tambang emas ilegal.

“Total seluruhnya ada 18 orang yang kita amankan bersama barang bukti untuk aktifitas tambang,selanjutnya seluruh pekerja dan pemiliknyw yang kita amankan langsung kita serahkan ke Sat Reskrim untuk di proses,”terang AKP Sampe Nababan,Rabu(25/9).

Kasat juga mengatakan jika awal mulanya terjadi keributan antara warga dan pekerja tambang,dimana warga Desa Tanjung Lamin tidak terima jika tanah mereka di garap untuk tambang emas.

“Warga ini tidak terima jika ada tanah mereka di garap untuk tambang emas,makanya itu mereka datang ke lokasi untuk menutup aktifitas tambang, beruntung kita berhasil mengamankannya”pungkasnya.(ble)

Updated: 25 September 2019 — 19:32