PETI Lubang Jarum Kembali Telan Korban,Dua Orang Pekerja Tewas Didalam Lubang

MERANGIN-Aktifitas Penambangan Emas Tampa Izin(PETI)lubang jarum kembali memakan korban,kali ini dua orang pekerja tambang tewas di dalam lubang dengan kedalam 30 meter,sedangkan dua perkerja lainya berhasil selamat dari kejadian tersebut.
Dari data yang berhasil di himpun,kejadian tewasnya pekerja tambang emas ilegal lubang jarum yang berada di Desa Parit Ujung,Kecamatan Renah Pembabarap terjai pada hari Sabtu(3/11),sekitar pukul 09.00, berawal saat pekerja tambang milik HW(37),warga Kecamatan Renah Pembabap sedang menyedot air yang masuk kedalam lubang tambang dikarenakan air sungai batang merangin meluap dan masuk kedalam lubang tambang.
Setelah air berhasil di sedot,satu pekerja tambang bernama Jajang warga Provinsi Jawa Barat mencoba masuk kedalam lubang tambang yang dalamnya mencapai 30 meter.Setelah jajang masung,namun jajang yang telah sampai ke dasar lubang tidak memberikan kabar dan akhirnya Ahum mencoba untuk menysul jajang kedasar lubang.
Namun baru sampai ke kedalam lima belas meter,ahum terjatung dan menimpa jajang hingga kedua korban tewas di dalam lubang.Melihat ada korban,rekan korban yang ada di permukaan lubang mencoba membantu korban dengan cara masuk kedalam lubang.Namun baru sampai ke kedalaman lima belas meter korban tak sanggup dan kembali ke permukaan hingga akhirnya korban pingsan di permukaan tanah.
Selanjutnya,para pekerja yang masih selamat mencoba untuk menolong rekan-rekannya yang terebat di dalam lubang,usai berhasil mengevakuasi kedua korban,selanjutnya kedua korban yang meninggal dunia langsung di makankan oleh pemilik tambang di wilayah tak jauh dari lokasi tambang.
Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasat Reskrim IPTU Khairunnas,membenarkan jika ada kejadian kecelakaan tambang emas ilegal di wilayah Desa Parit Ujung.

“Kita mendapatkan laporan dari Polsek setempat jika ada kejadian korban tewas di dalam lubang tambang,namun untuk saat ini kita masih menyelidiki kasus ini,”jelas Iptu Khairunnas,Minggu(4/11).
Kasat Reskrim juga mengatakan,untuk ke lokasi kejadian memang kita kesulitan,dimana lokasi hanya bisa ditempuh melalui jalur air dan menggunakan perahu menggunakan mesin.
“Kita akan coba untuk menyelidiki kasus ini,dan kita akan mencari tahu pemilik tanah dan pemodal tambang tersebut agar bisa kita proses secara hukum,”tutupnya.(ble)

Updated: 5 November 2018 — 09:32
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: