Pencarian Korban Tewas Tambang Emas Masih Nihil

Pencarian Korban Tewas Tambang Emas Masih Nihil

Utama

img-20161027-wa0024

BANGKO-Pencarian sebelas korban yang tertimbun dalam lobang tambang emas di desa simpang parit kecamatan renah pembarap ,kabupaten merangin. Memamsuki hari keempat masih nihil. Sementara, pencarian pun terkendala alat minim dan dilakukan secara manual.

Pencarian yang sampai saat ini belum membuahkan hasil, dikarenakan, medan yang sangat sulit. Dimana, kondisi lobang tambang yang biasa disebut pekerja tambang emas dengan sebutan lobang jarum, sangat sempit dengan ukuran tak kurang 70 sentimeter persegi.

Selain itu juga, untuk menuju lokasi mulai dari kota bangko menempuh jarak satu jam. Sesampai di desa simpang parit harus menaiki perahu getek dengan medan sungai berarus deras ditambah lagi banyaknya batu cadas baik dipermukaan sungai maupun di tepi sungai.

Penambangan emas dengan cara tambang lobang jarum,sepanjang lokasi kejadian tak kurang 20 unit beraktifitas.namun,setelah kejadian ini, seluruh tambang tutup bahkan ditinggalkan oleh pekerja.

Sementara,tambang emas yang menelan korban sebelas orang pekerja tambang yang umumnya warga sekitar, letaknya tak jauh dari tepi sungai batang merangin. Dan pada sisi atas bertbatasan langsung dengan tebing bebatuan. Cuma hanya sedikit areal yang lantai.

Dalam proses pencarian yang sudah memasuki hari keempat,tim yang tergabung dari polri,tni, basarnas, dan warga sekitar, belum membuahkan hasil sama sekali. Karena, lobang tambang yang ada korban sebelas orang terus digenangin air bercampur material  tanah dan bebatuan.

Untuk mempercepat pencarian dan evakuasi kesebelas korban/ pemda merangin telah menurunkan sejumlah alat. Yaitu, mesin generator untuk penerangan dan pensuplai arus dua unit. Sedanghkan mesin penyedot air sebanyak sepuluh unit. Namun,material di dalam lobang tambanng hanya sedkit yang berhasil dikeluarkan.

Dari kejadian tersebut, pihak keluarga korban, meminta secepatnya korban yang sudah tewas ditemukan. Karena mereka sangat berharap korban yang masih dalam lobang dapat diangkat ke permuakaan lobang tambang. Sedangkan, barang-barang milik pekerja tambang masih berserakan di lokasi kejadian seperti alat kebutuhan memasak dan tenda-tenda serta tempat tidur yang terbuat dari karung plastik.

“Kondisi terakhir kita sudah all out, basarnas,tni,polri dan masyarakat sudah maksimal. Alhamdillah alat sudah ditambah sebanyak sepuluh unit,dibantu juga beberapa alat lainnnya. Dan dibantu doa juga agar memperlancar pencarian. Tetap kita kordinasi dengan basarnas dan tim terkait.tentunya kita berharap, siang ini air bisa turun dan kita bisa masuk kedalam,”ungkap AKBP Munggaran,Kamis(27/10).

Sementara,cacatan camat renah pembarap sulaiman bay, untuk didaerah kecamatan renah pembarap aktifitas tambang emas lobang jarum tak kurang seratus unit yang setiap harinya beroperasi.

Dengan kejadian ini, camat renah pembarap sulaiman bay, untuk masalah ini sudah ditangani oleh pihak muspida merangin. Kedepannnya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melarang aktifitas penambangan emas tanpa izin,peti.

Pencarian hari keempat ini, diperkirakan akan mendapat kendala karena mulai dari pukul tiga sore kondisi dilokasi mulai terlihat mendung dan arus sungai batang merangin mulai semakin deras. Sehingga, curahan air masuk kedalam lobang tambang akan bertambah banyak.(agh)

 

 

Author

Related Articles

Back to Top