Tiga Bulan Belum Gajian, Tenaga Honorer Malah Bakal Dirumahkan.

Sarolangun – Sudah Jatuh tertimpa tangga,pepatah itu sangat cocok bagi para tenaga honorer di pemkab Pasalnya Pemerintah Kabupaten Sarolangun berancana akan memangkas sejumlah tenaga honorer dalam waktu dekat, pemangkasan itu tentunya menimbulkan kegaduhan para tenaga honorer yang telah bertahun tahun mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.

Seperti yang dikatakan oleh salah seorang tenaga honorer Pemkab yang berinisial RH yang enggan dituliskan nama instansinya mengaku sangat gaduh terhadap apa yang direncanakan pemkab tersebut.

” gaduh nian kami bg, takutnya nama ada dalam itu ” kata RH.

Menurutnya, jika memang pemangkasan itu selektiv dan objektiv dia mengaku tidak begitu mempermasalahkan, namun yang ia khawatirkan apa yang dilakukan pemerintah hanya persoalan tendensi politik dan azas kepentingan para Tim.

” kalau selektiv dan objektiv berdasarkan azas kinerja saya terimolah sebab insyaallah saya masuk terus kerja tidak pernah absen, tapi kalau itu tidak objektiv berdasarkan kepentingan lain, contoh Tim dan juga kepentingan politik itu tidak adil ” jelasnya tegas.

Kalimat senada juga datang dari AZ tenaga honorer yang juga enggan disebutkan instansinya, mengaku sangat khawatir akan rencana bupati dan wakil Bupati untuk memangkas sebagian tenaga honorer.

” kalau ditanya cemas iya cemaslah, takut tidak objektiv saja rencana pemangkasan ini, kalau memang ini terjadi kami akan rembuk lakukan tuntutan sebab hampir mayoritas itu sudah bertahun kerja mencari ekonomi keluarga ” Tuturnya.

Dia berharap agar pemerintah lebih mengedepankan azas keadilan dan selektivitas dalam menjalankan rencana tersebut, bukan berdasarkan tendensi kepentingan politik dan para TIM.

” harapan kita, lebih adil dan pikirkan berapa banyak honorer yang akan kehilangan pekerjaan jika ini dilakukan, kasianlah kami ” harapnya.

Sementara, seperti yang diberitakan sebelumnya , bahwa saat ini sedang dilakukan evaluasi kinerja honorer yang terbukti tak bekerja dengan baik. Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan evaluasi ini dilakukan untuk menyaring pada honorer yang tidak disiplin.

“Setiap tahun selalu kita evaluasi, honorer-honorer yang tidak melakukan sesuai aturan, disiplin absensi ya pasti kita tidak perpanjang,” katanya, baru baru ini ( red ).

Cek Endra mengatakan jika Pemerintah Sarolangun telah melakukan banyak cara untuk meningkatkan kesejahteraan para honorer, salah satunya dengan menaikkan gaji.

“Tahun ini merupakan tahun pertama yang kita tambah honorer gajinya, dan kita melalui SKPD masing-masing terus mengimbau agar para honorer meningkatkan disiplin. Sudah setiap hari Senin kita himbau tapi masih ada yang bandel dan tidak berdisiplin dengan baik,” Tegas CE.

Ia juga mengaku akan terus mengawasi kerja para honorer. Kata Cek Endra bagi yang tidak bisa dibina akan dihentikan kontrak kerjanya.

Sebelumnya, hingga pertengan Maret ini, pegawai honorer Pemkab Sarolangun belum menerima gaji sejak Januari lalu. Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri mengatakan saat ini masih dilakukan evaluasi kinerja para honorer, yang nantinya akan menentukan kontrak mereka diperpanjang atau tidak.

“Ya, memang belum waktunya tiga bulan. kita masih evaluasi kinerja honorer yang ada. Setelah ada hasilnya maka akan diketahui nasipnya mana layak diperpanjang akan diperpanjang, ” kata Wabup.

Ia menyebutkan bahwa gaji honorer akan dibayar pada akhir Maret. Wabub berharap honorer yang diperpanjang kontraknya dapat meningkatkan kualitas kinerjanya.

“Gaji tiga bulan itu tetap dibayar, walaupun diputus kontrak. kita ingin bukan kuantitas, tapi bagaimana kualitas dan disiplinnya kita harapkan kedepan. Akhir bulan ini sudah selesai evaluasi,” Tandasnya.

Laporan      : (ble)

Updated: 26 Maret 2018 — 16:58
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: