Jembatan Tudung Diusulkan Jadi Cagar Budaya


Sarolangun-Jembatan Tudung yang berada Desa Rantau Tenang kecamatan sarolangun,dan dibangun pada masa penjajahan belanda masih terlihat kokoh.

Bahkan kontruksi  tiang dan lantai yang menggunakan kayu jenis bulian,masih terlihat sangat kuat,begitu juga dengan besi besi yang menyatukan jembatan.

Hanya atap seng saja yang terlihat sudah diganti,menggunakan seng biasa yang menutupi jembatan,sehingga ciri khas jembatan tudung yang berada di samping kampus unja sarolangun,dan pernah menjadi salah satu icon sarolangun pada masa dulu masih berdiri kuat hingga hari ini.

Menurut wakil bupati sarolangun Hilalatil Badri,yang didampingi sekda sarolangun Thabroni Rozali,sudah meminta dinas teknis untuk merawat dan merehab jembatan tudung.

“Ini aset kita peninggalan masa belanda dulu,dan jembatan ini menjadi saksi sejarah bahwa ada perjuangan di sarolangun,aset ini harus kita rawat bersama”jelas Wabub.

Menurutnya kontruksi kayu bulian masih banyak yang utuh,dan hanya beberapa saja yang terlihat dimakan usia,namun tidak bisa menutup keaslian bentuk jembatan semenjak dibangun dulu.

“Ini bangunan yang sangat luar biasa,masih kokoh dan ini akan kita usulkan menjadi cagar budaya,dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di kabupaten sarolangun”ujarnya lagi.

Pemkab sarolangun akan segera menyiapkan dana untuk merenovasi,kayu yang sudah lapuk namun tidak merubah bentuk aslinya.

“Saya akan minta dianggarkan di APBD sarolangun,agar masyarakat dan generasi muda sarolangun bisa terus melihat bukti sejarah yang ada di sarolangun”tegasnya.

Laporan : Abityas
Editor : YadiSM

Updated: 15 Juni 2017 — 11:15
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: