Dua Ranperda Pemekaran Kecamatan Diserahkan ke Dewan


SAROLANGUN- Setelah dilakukan proses pengkajian oleh tim Ahli dari IPDN dan pihak Kemendagri belum lama ini, dua usulan Pemekaran Kecamatan yakni Kecamatan Mandiangin dan Batang Asai saat ini telah memasuki tahap Administrasi oleh Pemerintah kabupaten Sarolangun.

Salah satunya adalah pembuatan Peraturan daerah (Perda) yang kini Rancangan Peraturan daerahnya (Ranperda) telah diusulkan ke DPRD Kabupaten Sarolangun.

Bahkan Ranperda ini akan dilakukan pembahasan dan disahkan menjadi peraturan daerah kabupaten Sarolangun sebagai payung hukum pemekaran yang akan diusulkan ke Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) nantinya.

Hal ini dikatakan oleh kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sarolangun, M. Ridwan saat dikonfirmasi kemarin, Dikatakannya bahwa untuk Ranperda Pemekaran Kecamatan Mandiangin sudah dimasukkan ke DPRD KAbupaten Sarolangun.

” Mandiangin sudah lama kita masukkan Ranperdanya, hari ini (Kemarin red) Ranperda Pemekaran Kecamatan Batang Asai yang kita masukkan ke DPRD,”katanya.

Dikatakannya lagi, adapun Langkah selanjutnya, setelah dibahas di DPRD Kabupaten Sarolangun, nanti akan dikirim ke Pemerintah Provinsi untuk dievaluasi kemudian di kirim ke Kemendagri.

” Jadi Renperdanya sesuai dengan saran Kemendagri, untuk pembuat Ranperdanya dipisah satu-satu, setelah jadi perda, baru lah dikirim ke Kemendagri untuk meminta persetujuan pemekaran,”jelasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil kajian dari tim IPDN Belum lama ini, untuk Kecamatan Mandiangin memang sudah layak dimekarkan dan memenuhi semua persayaratan. Baik itu dari segi wilayah, jumlah desa dan pendukung lainya. Namun untuk Kecamatan Batang Asai ada kekurangan syarat seperti masih kurang jumlah Desa namun akan tetap diupayakan agar bisa tetap dimekarkan.

” Ini hasil perjuangan Bupati Sarolangun sehingga Mandiangin bisa dimekarkan. Dan untuk Batang Asai Bupati juga akan memperjuangkan Dimendagri agar bisa ikut dimekarkan dengan pertimbangan kondisi geografis, seperti di daerah Irian Jaya dan daerah lain yang hampir sama dengan Kecamatan Batang Asai,”tukasnya.

Untuk diketahui, Wilayah Eks Bathin Pengambang yang akan dimekarkan terdiri dari 7 desa dengan jumlah 1.208 Kepala Keluarga dan 5.274 Jiwa, dengan rincian Desa Bathin Pengambang terdiri dari 127 KK dan 621 Jiwa, Desa Tambak Ratu dengan 150 KK dan 725 Jiwa, Desa Batu Empang dengan 230 KK dan 750 Jiwa, Desa Muara Air Dua dengan 112 KK dan 593 jiwa, Desa Sungai Keradak dengan 215 KK dan 787 jiwa, Desa simpang Narso dengan 137 KK dan 787 jiwa serta Desa Bukit Berantai dengan 237 KK dan 1.011 jiwa.

Laporan : Dar
Edt : YD

Updated: 24 November 2017 — 14:23
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: