Pelaku Curas Diamuk Massa Hingga Babak Belur

Pelaku Curas Diamuk Massa Hingga Babak Belur

Hukum & Kriminal

 

BANGKO– Bagi masyarakat Kabupaten Merangin, saat ini meski berhati-hati membawa uang, baik transaksi di Bank, atau mengambil uang. Karena kejahatan selalu mengintai korbannya.

Seperti yang terjadi pada Ilham, seorang pengusaha oksigen di Desa Sungai Ulak,Kecamatan Nalo Tantan. Dia menjadi korban Pencurian dengan Kekerasan pelaku kejahatan usai mengambil uang di BRI Cabang Bangko sebesar Rp 110.000.000 juta.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal ketika Ilham dibuntuti  oleh dua pelaku berinisial FB (36), warga Kelurahan Talanai Pura Jambi, bersama rekannya RB (32) sedang mengambil uang di Bank BRI cabang Bangko, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (19/7).

Kemudian, usai mengambil uang, Ilham menuju mobil dan pulang. Sesampainya di Halaman PT.Bumi Timur Safero Pabrik Oksigen,di Desa Sungai Ulak,Kecamatan Nalo Tantan, tiba-tiba dua orang pelaku mengendara motor merampas tas milik korban. Sempat tarik menarik,saat aksi tarik menarik tersebut korban terjatuh,namun tas yang berisika ratusan juta rupiah tersebut berhasil di dapatkan kembali oleh korban.

Sontak, waktu itu juga korban minta tolong hingga warga sekitar berupaya mengejar kedua pelaku. Beruntung, kala itu Pollantas Polres Merangin, dan seorang anggota TNI 0420 Sarko sedang melintas warga lansung melaporkan peristiwa tersebut.

Hingga Pollantas, warga, dan TNI, mengejar kedua pelaku, tak berapa jauh dari TKP, tepatnya pukul 10.30 WIB, dipepet hingga pelaku terjatuh dan diamuk masa.

Namun, disela penagkapan, satu diantara pelaku yakni RB, berhasil lolos dari kepungan warga dan aparat berhasil lari ke arah perkebunan warga.

Ditangkapnya pelaku curas ini, dibenarkan Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga saat gelar perkara di Mapolres Merangin, Rabu (20/7).

” Ya, bersama masyrakat dan TNI, kita berhasil meringkus pelaku kasus curas terhadap pengusaha oksigen. Satu diantaranya masih buron,”  ungkap Kapolres saat ditanya sejumlah awak media.

Ia mengatakan, modus pelaku ini mengintai korbannya sedang bertaransaksi di Bank, dan setelah korban keluar, mereka mengikuti korban tersebut.

” Modus Operandi yang dilakukan oleh pelaku, mengintai dan membututi korban yang usai transaksi di Bank,” beber Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP, tetang pencurian perampasan dengan kekerasan, ancaman pidana sembilan tahun pejara.

“Pelaku melanggar pasal 365 KUHP,  perampasan dengan kekerasan pidananya 9 tahun penjara,” pungkasnya.

 

 

AGH

Author

Related Articles

Back to Top