Pejabat Ngeyel Bikin Wibawa Pemerintah Jatuh

Pemerintahan
 48252862086reshuffle
MERANGIN – Isu reshufle sudah sejak lama jadi pembicaraan hangat. Kabar siapa yang bakal menduduki jabatan strategis pun sudah santer beredar. Tapi, isu pejabat ngeyel yang menolak penempatan jabatan paling mencuri perhatian masyarakat. Karena ngeyel, reshufle pun urung dilaksanakan. Disinilah wibawa pemerintah dipertanyakan.
 
Direktur Merangin Care Institute (MCI) Hasan Mabruri menyebutkan, aksi penolakan penempatan jabatan sangat  bertentangan dengan amanat undang-undang. PNS itu harus siap ditempatkan dimanapun.
 
“Ini jelas bertentangan dengan amanat undang-undang. PNS itu harus siap ditugaskan dimana saja. Saya menilai pemerintah tidak tegas. Kalau begini tentu mengganggu wibawa pemerintah. Sah-sah saja jika nantinya ada yang menilai wibawa pemerintah jatuh,” tegas pria yang akrab disapa Bohok itu.
 
Kata Bohok, pelaksanaan reshufle itu bisa mendongkrak program pemerintah. Tapi, jika pelaksanaannya ditunda-tunda sementara isunya sudah santer beredar, hal itu justru mengganggu jalannya program pemerintah.
 
“Kalau sering-sering ada resuffle kapan mau kerjanya. Ini akan mengganggu jalannya program pemerintah. Banyak program yang sudah disiapkan tapi saat resuffle pejabat tersebut malah didepak. Kebanyakan, program tersebut jadi sia-sia,” ungkapnnya.
 

 Seputarmerangin: DZA

Baca Juga : Kabarnya, Eselon III dan IV Dilantik Minggu Depan

 

Author

Related Articles

Back to Top