Paceklik, BP4K Diminta Optimal Sokong Petani

Ekonomi & Bisnis
 pertanian2-300x226
MERANGIN – Hingga saat ini, harga komoditi perkebunan, pertanian dan perikanan masih tak menentu. Sementara, permintaan pasar masih bergantung pada pasokan komoditi dari daerah luar. Akibatnya, para petani di Kabupaten Merangin harus menjual hasil pertanian, perikanan dan perkebunan dengan harga yang murah.
 
Terkait hal tersebut, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) diminta optimal menyokong kegiatan petani.
 
“Mayoritas masyarakat kita hidup dengan hasil pertanian, perikanan dan memanfaatkan hasil hutan. Ketika kondisi harga tak menentu, peran BP4K sangat dibutuhkan oleh para petani. Khususnya dalam upaya peningkatan mutu dan kuantitas hasil pertanian,” ujar Ketua Umum LSM Getar, Sukma Taufik.
 
“Selama ini, kita tidak melihat adanya keseriusan BP4K mengantisipasi paceklik ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat.  Lihat saja, petani kita gagal panen, ikan kita masih di suplay dari luar daerah dan disinilah seharusnya BP4K memainkan peranannya,” tegasnya.
 
Kepala BP4K Mardansyah membantah jika pihaknya hanya berpangku tangan tanpa berbuat apa-apa.
 
“Kita sudah bekerja semaksimal mungkin. Dalam satu minggu, kami melakukan penyuluhan 2 sampai 3 kali. Kami mengumpulkan masyarakat dan memberikan penyuluhan agar hasil perkebunan, pertanian dan perikanan mereka memiliki kualitas dan kuantitas yang baik,” tegasnya.
 
Seputarmerangin: DZA

Author

Related Articles

Back to Top