Ngaku Polisi dan Memeras Pasangan Mahasiswa Lagi Pacaran, Legi Di bekuk Polisi

Hukum & Kriminal

IMG_20160627_133002

BANGKO– Aksi Legi (49) warga Keluraha Pasar atas, Kecamatan Bangko  berakhir sudah, legi di tangkap Aparat kepolsian Setelah mendapatkan laporan dari warga, jika di wilayah Lingkungan Sungai Mas ada seorang warga yang mengaku menjadi anggota Buser dan sering menangkap pemuda – pemudi yang berpacaran di tepi sungai Batang Merangin, usai di tangkap pasangan muda – mudi tersebut di mintai uang dan bahkan ada yang di setubuhi pelaku.

Penangkapan Legi di lakukan Minggu (26/6) kemarin, di mana pelaku di tangkap saat berada di rumahnya, usai ditangkap pelaku langsung di giring ke Polsek Kota Bangko untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Di hadapan penyidik polsek Bangko, pelaku mengakui jika sudah sering melakukan aksinya mengintai muda – mudi yang lagi pacaran di tepi sungai Batang Merangin, usai di tangkap harta benda korbanpun di jarah dan yang lebih parahn ya jika korban tak mau membayar sejumlah uang, maka korban perempuan harus melayani napsu bejatnya jika tak mau membayar uang kepada pelaku.

Tak hanya menjarah dan berbuat bejat kepada korbanya, pelakupun juga mengaku sebagai anggota Polisi yang berdinas sebagai Buser.

Kapolsek Kota Bangko IPTU didih Engkas Saat di konformasi awak media, membenarkan jika telah mengamankan seorang pelaku spesialis menangkap orang pacaran dan usai di tangkap korbanya dip eras dan dimintai uang.

“pelaku ini sudah sering kali melakukan aksinya di wilayah lingkungan Sungai Mas, yang terakhir korbannya adalah seorang mahasiswi, dimana mahasisi tersebut di tangkap pelaku sedang pacaran, namun karena takut dan di mintai uang oleh pelaku, pelaku berontak, pelaku juga sempat ingin memperkosa korban, namun karena terus berontak akhirnya korban dapat melarikan diri,” ungkap IPTU Didih Engkas, Senin (27/6).

Selain itu Kapolsek juga mengatakan, jika perbuatan pelaku sudah melanggar hukuma dan pelaku akan di jerat dengan pasal berlapis.

“untuk pelaku kita jerat dengan pasal 289 khup tentang tidak pidana pemerkosaan dengan kurungan penjara paling lama Sembilan tahun dan di subisiderkan dengan pasal 285 kuhp,” tutup IPTU Didih Engkas.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top