Meresahkan,Penampungan Daging Babi Didatangi Polisi

Meresahkan,Penampungan Daging Babi Didatangi Polisi

Hukum & Kriminal

img-20161018-wa0006

BANGKO- Maraknya pengaduan dari masyarakat tentang penampungan daging Babi hutan di Desa Sungai Kapas yang meresahkan masyarakat,aparat kepolisian Sekor Bangko langsung meninjau lokasi penampungan Babi yang berada di jalan Poros Desa Sungai Kapas,Selasa(18/10).

Kedatangan Anggota Kepolisian dan Kapolsek Bangko ke lokasi penampungan Babi milik Lomo Sipahutar,untuk memastikan jika lokasi tersebut tidak mengganggu lingkungan dan membuat warga resah.

Tak hanya itu,Kapolsek juga mengingatkan agar pemilik penampungan daging Babi Hutan tersebut tidak menjualnya ke masyarakat umum dengan cara di oplos dengan daging lain.

Namun ketika di tanya apakah pemilik penampungan daging babi tersebut mempunyai izin atau tidak,pihak pemilik mengatakan belum mempunyai izin namun masih dalam pengurusan,dan lokasinyapun sudah mendapat izin dari Kades Sungai kapas.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Melalui Kapolsek Kota Bangko IPTU Didih Engkas di Komfirmasi Awak media mengatakan jika dirinya bersama anggotanya datang ke lokasi penampungan babi hutan berdasarkan laporan masyarakat.

“warga mengatakan,jika warga resah dengan adanya penampungan daging babi hutan yang ada di desanya,oleh karena itulah saya berserta anggota datang ke lokasi,untuk lokasi cukup jauh dari pemukiman”terang IPTU Didih Engkas,Selasa(18/10).

Kapolsek juga mengatakan,untuk izin penampungan babi pemilik memang belum ada,namun masih dalam pengurusan ungkap lomo pemiliknya,dan bahkan lomo sudah memberi tahu jika dirinya sudah memberi tahukan aktifitas tersebut ke Kades setempat.

“untuk izin memang tidak ada,dia(lomo) sudah memberi tahu kades Sungai Kapas tentang aktifitas penampungan babi tersebut dan di izinkan”ungkap IPTU Didih Engkas.

Terpisah Kades Desa Sungai kapas Anas di Komfirmasi awak media mengatakan tidak mengetahui jika da aktifitas penampungan daging babi di wilayah Desanya.

“saya tidak tau ada penampungan daging babi,kalau memang betul akan saya tinjau langsung ke lokasi,apakah ada izinnya atau tidak”ungkap Anas,Selasa(18/10).

Di tanya jika pemilik penampung daging babi sudah meminta izin kepada kades,Anas Membatah dan tidak pernah memberikan izin kepada pemilik penampungan daging babi.

“tidak pernah saya di datangi ataupun di telpon oleh pemilik pengolahan daging babi di desanya,berarti pemilik tersebut mengada – ngada agar lokasinya tidak di razia warga atau Sat Pol pp”tutupnya.(agh)

 

 

Author

Related Articles

Back to Top