Masyarakat Tuntut Direktur PLN Merangin  Mundur

Utama
pnl
MERANGIN – Dinilai tidak profesional dalam bekerja dan tidak memberi kepuasan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap masyarakat Kabupaten Merangin, akibat pemadaman listrik yang tidak menentu membuat direktur PLN Wahyu kena kritikan pedas dari  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papinhas Masduki. 

Bahkan, dia minta Kepala Rayon PLN Bangko untuk mundur dari jabatannya. Dia menilai  semenjak PLN dipimpin Wahyu ini sangat rendah  pelayanan, dan serta pemadaman yang tidak menentu.

“Kalau tidak bisa memimpin PLN, mundur saja dari jabatan, pemadaman setiap hari tanpa alasan yang tidak masuk akal, katanya debit air kurang, kalau kemaren memang kemarau, sekarang tidak ada lagi kemarau,” ungkap Masduki Ketua LSM Papinhas dengan nada kesal.

Alasan tidak logis yang di beritahukan pihak PLN kepada sejumlah masyarakat pada saat setiap waktu akan di lakukannya pemadaman diduga merupakan proyek andalan PLN untuk mengurangi angka penggunaan PLN dalam jumlah besar.

“Mungkin ini programnya, untuk mengurangi penggunaan PLN, dan program hemat PLN, jadi program ini lah yang di manfaatkan mereka, jadi yang dirugikan tetap masyarakat,” katanya dengan nada tinggi.

Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin, seluruh masyarakat Merangin akan turun dan mendobrak kantor PLN, untuk mendesak Kepala PLN untuk hengkang dari jabatannya, dan angkat kaki dari Kabupaten Merangin.

“Jika memang terus begini, saya akan ajak masa untuk menggelar aksi ke PLN untuk mengusir Kepala PLN,” tegasnya.

Selain itu, sistem pembayaran PLN juga tidak pernah menurun, bahkan akibat terjadinya pemadaman bergilir yang di lakukan PLN hampir setiap harinya membuat tagihan PLN semakin membludak dan nyaris tidak ada perbedaan pada saat pemakaian normal setiap harinya.

“Tagihan tidak pernah berkurang, sama saja dengan tidak mati lampu, bahkan ada yang bayar lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Bangko Wahyu saat di konfirmasi melalui ponsel pribadinya bernada kan tidak aktif, dan di sms tidak dibalas, sampai dengan berita ini di turunkan.

(DZA)

Author

Related Articles

Back to Top