Mantap, Dana Desa Bisa Mencapai Rp 1 Milyar

Pemerintahan
 
Bupati Merangin H Al Haris buka sosialisasi transfer ke   daerah dan dana desa
Bangko-Bupati Merangin H Al Haris Rabu (6/4), membuka acara sosialisasi kebijakan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2016 di Aula Utama Kantor Bupati Merangin. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Putut Harisatiaka, Anggota DPR RI Hj Elviana dan Ketua DPRD Merangin H Zaidan.
Pada acara sosialisasi yang diikuti para camat dan seluruh kepala desa (kades) di Kabupaten Merangin tersebut, bupati minta seluruh peserta serius mengikuti jalannya sosialisasi. Para kades diharapkan jadi tahu bagaimana mempertanggungjawabkan dana desa.
‘’Saya perlu mengabsen kehadiran para kepala desa. Jangan sampai ada kepala desa yang tidak hadir pada acara penting ini,’’ pinta Bupati. Dari hasil absen bupati itu, ada dua kades yang tidak hadir karena sakit, namun mengutus perwakilannya.
Dikatakan bupati, Kabupaten Merangin memiliki sebanyak 205 desa dan 10 kelurahan. Pada 30 April nanti, ada sebanyak 175 desa yang akan menggelar pemilihan kepala desa secara serentak.
Untuk itu ditegaskan bupati, para kades tersebut sebelum mengakhiri masa jabatannya harus segera menuntaskan peng-SPJ-an dana desa yang sudah terpakai. Jika SPJ itu tidak dituntaskan akan berdampak buruk terhadap kades tersebut.
‘’Masalahnya belum tentu kades terpilih nanti akur. Jika calon kades yang terpilih merupakan lawan politik, tentu semua SPJ yang belum rampung itu bisa dilaporkan ke Kejaksaan dan akan bersentuhan dengan hukum,’’ tegas Bupati.
Selain itu pada kesempatan tersebut, bupati melaporkan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Putut Harisatiaka, bahwa pejabat di Pemkab Merangin saat ini telah mengencangkan ‘ikat pinggang’.
Semua anggaran administrasi alat tulis kantor dan perjalanan dinas telah dikurangi. Begitu juga jika berpergian dinas ke Jakarta harus mencari tiket pesawat yang paling murah. Semua itu dampak dari devisit anggaran yang terjadi.
‘’Untuk itu saya minta jangan lagi anggaran untuk Kabupaten Merangin dikurangi. Kami sangat berharap anggaran Kabupaten Merangin bisa ditambah pada APBN Perubahan,’’harap Bupati.
Putut Harisatiaka menjelaskan, besarnya dana desa itu sebanyak 10 persen dari dana transfer daerah. Saat ini masing-masing desa rata-rata mendapatkan dana sebesar Rp 600 juta. Jika dari anggaran dana desa sebesar 400 juta, maka satu desa bisa satu miliar.
‘’Para Kades harus pahami betul peng-SPJ-an dana desa. Pada penggunaan dana desa triwulan pertama, SPJ harus sudah dituntaskan baru bisa melakukan pencairan berikutnya,’’ terang Putut.
Sementara itu, Hj Elviana minta para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para kades harus mampu memanfaatkan waktunya, untuk melobi dana pusat masuk ke wilayah kerjanya.
Untuk itu para pimpinan SKPD dan kades harus pandai berkomunikasi, membentuk jaringan dan harus mampu menekan terjadinya konflik di daerahnya.  ‘’Saya minta para kades nanti buat grup di facebook, rajin berkumunikasi. Mari sama-sama kita loby pusat, saya akan bantu,’’ ujar Elviana.
(teguh/humas)

Author

Related Articles

Back to Top