Lubang Ex Peti Kembali Makan Korban

Lubang Ex Peti Kembali Makan Korban

Peristiwa

MERANGIN– Lokasi bekas galian Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) kembali menelan korban. Kali ini seorang bocah SD berusia sembilan tahun, ditemukan tewas tenggelam di bekas galian Peti, di Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, sekitar pukul 16.30 Rabu (7/9).

Informasi yang didapat, korban tersebut bernama Dika dan masih duduk di kelas empat SD.  Dan hingga berita ini diturunkan, pukul 20.00, korban masih disemayamkan di rumah duka.

Kepala Desa Sumber Agung, Prianto, yang dibincangi Seputarmerangin. com via telephone, membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan kalau kejadian tersebut terjadi di dekat kawasan Sungai Merah.

“Dulu itu memang ada orang yang mendompeng di sana (lokasi :red), tetapi sudah lama ditinggalkan, makanya sekarang lubangnya sudah berisi air,” ungkap Prianton.

Dijelaskannya, kejadian ini bermula ketika korban (Dika :red) bermain bersama tiga orang temannya di sekitar lokasi. Kemudian korban dan teman-temannya pun memutuskan untuk berenang di bekas lubang Peti tersebut. Namun saat berenang, tiba-tiba korban yang tidak bisa berenang langsung tenggelam.

Teman-temannya pun seketika langsung panik, dan memanggil warga sekitar untuk menolong korban. Warga yang mendengar teriakan teman korban pun, buru-buru ke lokasi untuk menyelamatkan korban. Namun naas korban, sudah ditemukan dalam keadaan tewas.

“Jadi korban itu tidak bisa berenang, dan saat mencoba berenang langsung tenggelam, namun tiga orang temannya bertiriak mintak tolong, dan kebetulan ada dua orang yang sedang memancing di dekat lokasi kejadian dan lansung menolon, namun dalam pecarian selama setengah jam,  korban sudah meninggal dunia di temukan,” jelasnya.

Korban pun dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, dan disambut tangis histeris oleh pihak keluarga.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi juga membenarkan informasi tersebut, dan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,” ungkap Munggaran. (agh)

Author

Related Articles

Back to Top