KPHP Lakukan PHBM di Marga Batin Pengambang

Pemerintahan

SAROLANGUN – Untuk mewujudkan kelestarian hutan dan masyarakat sejahtera, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi KPHP Limau Unit VII Hulu Sarolangun, melakukan kegiatan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM).Kegiatan yang dilakukan diwilayah Marga Batin Pengambang, Kecamatan Batang Asai, KPHP berkerjasama dengan Fauna dan Flora International Merangin Project.

Kepala KPHP Limau Unit VII-Hulu Sarolangun UPT Disbunhut Sarolangun, Misriadi dikonfirmasi mengatakan, kegiatan PHBM yang mereka lakukan yakni, Pembangunan Rumah Bibit, Training Smart Patrol dan Pengaplikasian Kegiatan Smart Patrol dalam Pembangunan Hutan Desa di Marga Batin Pengambang.

“Ini kita lakukan di tujuh hutan desa. Yakni Hutan Desa Batin Pengambang, Hutan Desa Muara Air Duo, Hutan Desa Bukit Berantai, Hutan Desa Simpang Narso, Hutan Desa Batu Empang, Hutan Desa Tambak Ratu, dan Hutan Desa Sungai Keradak,” kata Misriadi, Kamis (24/11).

Dibuatnya rumah bibit sebutnya, untuk menggali dan mengembangkan potensi keanekaragaman jenis tanaman hutan unggulan lokal yang dapat dibudidayakan dan bernilai ekonomi. Selain itu juga terbentuknya persemaian dan pembibitan serta mengembangkan tanaman MPTS agar nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan sebagai media pembelajaran pembibitan untuk masyarakat di sekitar Hutan Desa Marga Batin Pengambang Kecamatan Batang Asai.

“Pembangunan rumah bibit yang berjalan telah sampai pada pembuatan bedeng, petak polybag, dan penyemaian benih atau anakan semai,” ungkapnya.

Pada tahap pertama ujarnya, yang akan  ditanam anakan semai Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus). Anakan semai jabon merah yang akan ditanam di rumah bibit berjumlah 2.500 anakan semai per desa. Selain itu, benih yang direncanakan akan ditanam adalah Pala, Jernang, Kepayang dan benih tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti Duku, Jengkol, Nangka, serta tanaman lainnya yang diinginkan oleh masyarakat.

Dalam satu rumah bibit direncanakan terdapat 10.000 polybag. Walaupun hanya 10.000 polybag tanam per rumah bibit, namun apresiasi masyarakat dalam pembangunan rumah bibit sangat tinggi.

“Bahkan masyarakat desa berencana menambahkan 2.500 polybag lagi yang berasal dari masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, bibit yang dihasilkan nanti dapat ditanami didaerah hulu Batang Asai dan beberapa kawasan sempadan sungai yang sudah mulai rusak. Karena diketahui baru-baru ini telah terjadi banjir bandang di salah satu desa yang berada di Ex Marga Batin Pengambang yakni Desa Bukit Berantai.

“Semoga hal tersebut bisa menjadikan pelajaran pentingnya menanam pohon dan menjaga kawasan hutan diwilayah hulu agar tutupan hutannnya tetap terjaga sehingga fungsi hidroorologisnya dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Selain itu lanjutnya, program ini nantinya juga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas hutan yang memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan. Sekaligus melestarikan hutan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Laporan : Abitiyas

Editor  : AGH

 

Author

Related Articles

Back to Top