Kinerja Sat Pol PP Dipertanyakan, Mahasiswa PMII Lakukan Demonstrasi

Utama

IMG-20160524-WA0004(1)

BANGKO– Akibat menjamurnya aktivitas Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kabupaten Merangin, membuat belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Selasa(24/5).

Dalam aksi demonstrasinya, mahasiswa mendesak Kasat Pol PP untuk dicopot dari jabatannya, karena tidak mampu menangani Pekat secara maksimal.

Menurut pantauan awak media,  aksi demonstrasi dimulai dari Sekretariat KNPI sekitar pukul09.00 WIB. Kemudian mahasiswa bergerak langsung ke kantor Bupati.

“Kita mau mempertanyakan, kemana saja Sat Pol PP Merangin ini, apa mereka sudah buta, karena sekarang tempat-tempat maksiat semakin menjamur di Merangin,” ungkap Ketua PMII PC Merangin Hijrul Aswad.

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hengki mengatakan, kalau Pemkab Merangin telah menghabiskan anggaran untuk membayar gaji ratusan aparat Sat Pol PP yang tidak bekerja, karena selama ini belum ada bukti nyata tempat-tempat lokasi Pekat hilang dari Merangin.

“Bisa kita lihat, salon mesum, karaoke, perjudian, warung tuak, warung remang-remang, masih terus beroperasi di Merangin ini, Pemkab Merangin hanya menghamburkan uang saja untuk membayar gaji ratusan anggota Sat Pol PP ini, mereka tidak bekerja,” teriak Hengki.

Hal senada pun disampaikan Ketua Kopri PMII Merangin Roza. Aktivis wanita ini menuntut agar, Pemkab Merangin dalam hal ini Sat Pol PP segera menutup tempat-tempat maksiat, karena sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.

“Kalau Sat Pol PP tidak sanggup menutup tempat-tempat maksiat ini, kami minta Kasat Pol PP untuk turun dari jabatannya, karena kami menilai dia tidak mampu untuk mengkordinir masalah ini,” kata Roza.

 Setelah puas melakukan orasinya, akhirnya Mahasiswa ditemui langsung oleh Sekda Merangin H Sibawaihi. Di depan Mahasiswa, pria yang akrab disapa Bawai ini berjanji akan bekerja secara maksimal untuk menutup seluruh tempat maksiat di Kabupaten Merangin.

“Kita akan bekerja sama dengan, aparat Kepolisian dan TNI untuk menutup seluruh tempat maksiat di Merangin ini,” ungkap Bawai.

Disamping itu, nantinya Bawai juga akan melibatkan perwakilan Mahasiswa PMII untuk ikut langsung melakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam.

“Kalau perlu adik-adik saya ini, juga ikut razia ditempat hiburan malam, agar kita sama-sama menyaksikan, kalau memang ada terindikasi, kita akan menutup tempat itu,” ujarnya.

Setelah mendengar pernyataan Bawai, Mahasiswa meminta Pemkab Merangin untuk segera merealisasikan pernyataannya.

“Kami mau dibuktikan janji itu, kalau tidak kami yang akan terjun  langsung melakukan razia,” ungkap Mahasiswa.

Kemudian Mahasiswa dengan tertib membubarkan diri, dengan membawa hasil kesepakatan antara Pemkab Merangin dan Mahasiswa.

 (agh)

Author

Related Articles

Back to Top